(Banyuasin, mediainfopol.com )
Acara yasinan bersama dilakukan oleh toko masyarakat dan warga desa pangkalan benteng, kecamatan Talang kelapa kabupaten banyuasin. Acara dilakukan dengan kesadaran bahwa hidup ini milik Allah SWT dan setiap urusan itu sesungguhnya tidak akan terlaksana dengan lancar tanpa ijinNya.
Sudah menjadi rahasia publik. Sengketa warga Pangkalan benteng dengan perusahaan yang hebat dan sosok David dinamianto yang begitu kuat menurut warga.Berbagai upaya hingga ke istana presiden RI dan dumas mabes Polri serta pemkab banyuasin pun di nilai warga tidak mampu memanggil dan mengundang pihak PT ke perkantoran kabupaten banyuasin.Hingga kini polemik sengketa tidak juga bisa tuntas.

Atas dasar itulah,satu satunya harapan warga adalah kebesaran Tuhan saja, yang mampu menolong nasib mereka. (01/08/23)

Acara ini berawal dari koordinasi warga desa pangkalan benteng ke polda sumsel senin31/07/23.Koordinasi dilakukan terkait aduan masyarakat yang dilimpahkan mabes Polri ke polda sumsel 16/06/23 lalu.
Ditengah perbincangan tersebut seorang perwira Polri polda sumsel RF, menyarankan warga untuk tidak lupa mengharap pertolongan Tuhan.
“Jangan lupa di serahkan hasilnya kepada Tuhan daripada upaya warga.cobalah baca yasinan dan doa bersama. Mohon kepada Tuhan kalau ada kebenaran warga, supaya di berikan jalan oleh Tuhan”
Ujar RF.
Tidak mustahil permasalahan ini bisa kelar,jika melihat dari penanganan yang di lakukan oleh sang perwira polri polda sumsel RF ini.Tampak persoalan di analisa sesuai prosedur,bersahabat dan terkesan tidak memihak.
Secercah harapan bagi masyarakat, melihat ada nya sosok APH yang Profesional seperti RF.
Seperti disampaikan Herman kadus Pangkalan benteng.
“Kami berharap dengan niat baik dan doa bersama.Semua urusan kami mendapat jalan yang terbaik sesuai kehendak Tuhan. Kalau terbaik sesuai harapan kami, selama ini sudah kami upayakan. Tapi hasilnya nihil”
Ujar Herman dengan mata berkaca kaca. “Saya merasa terbeban pak, dengan nasib warga saya ini, selalu kadus di wilayah sengketa”
Tambah Herman.
Ungkapan Kadus ini disambung oleh AS, seorang warga yang mengatakan;

“Ya upaya pencegahan aktivitas PT di lapangan kemaren sudah kami lakukan dilokasi.Penyetopan alat berat itu sudah dibantu pemdes Pangkalan benteng dan polsek talang kelapa.Tapi terbukti tidak mempan.Jadilah itulah bukti kehebatan PT ini, dimata kami”
Ujar AS, salah satu warga yang merasa korban atas polemik sengketa ini.
Hingga berita ini di tayangkan warga masyarakat desa Pangkalan benteng yang merasa korban mafia tanah, masih resah. Karena hingga sekarang menurut warga alat berat jenis excavator di duga milik PT SCR masih beraktivitas di atas tanah sengketa tersebut.

Awak media akan melakukan konfirmasi kepada polsek Talang kelapa sehubungan hal tersebut.

Dari Banyuasin
Jamhadi

By Man

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *