Banyuwangi Jatim mediainfopol.com

Fast Respon Nusantara Counter Polri DPC Banyuwangi mendesak polisi untuk menyelidiki kelangkaan gas elpiji 3 kg dan menindak tegas para pelaku penimbunan gas yang diduga menjadi penyebab kelangkaan di Kabupaten Banyuwangi.

“Masyarakat Banyuwangi tertindas dengan kelangkaan elpiji tiga kilogram. Polisi harus tangkap pihak-pihak yang menimbun gas elpiji 3 kg. Satu bulan sudah sengsara, akibat kelangkaan gas elpiji 3 kg,” kata Agus Samiaji Ketua FRN DPC Banyuwangi. Senin (24/07)

Terkait kelangkan elpiji 3 kg, patut diduga adanya pangkalan nakal yang mengoplos elpiji 3kg dijadikan menjadi non subsidi. Agus menyayangkan pembelian gas elpiji sekarang harus memakai KTP dan KK, padahal tahun-tahun kemarin tidak ada,”ungkapnya.

Seharusnya Hiswana Migas, Pertamina Dan Kementrian ESDM skema subsidi dirubah, jangan subsidi pada barang tapi subsidi pada orang, Insyaallah kelangkaan elpiji 3kg menjadi beres itu semua,”terang Agus.

Agus Samiaji juga mengajak masyarakat untuk membangunkan anggota DPRD yang seolah menutup mata dengan kelangkaan gas. “Jangan tertidur, sudah satu bulan anggota DPRD tidak bangun, kami akan mendesak Pertamina untuk menindak pangkalan nakal.

Warga jangan takut laporkan kalau ada pangkalan yang menjual elpiji sampai Rp20 ribu karena harga eceran maksimal pertabung hanya Rp16.500, lapor dan tangkap. Harga eceran resmi hanya Rp15.500 sampai Rp 16.500, kalau ada lapor ke Kantor Polisi,” kata Agus,

(Rils kbiromip)

By Man

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *