LUBUKLINGGAU//Mediainfopol.com/Tingginya risiko penyakit jantung, stroke, hingga kelelahan ekstrem yang dapat berujung pada sudden death (kematian mendadak) menjadi perhatian serius Polres Lubuklinggau, Polda Sumatera Selatan. Sebagai langkah preventif, jajaran kepolisian menggelar penyuluhan kesehatan bagi seluruh personel dan anggota Bhayangkari di Gedung Aula Tathya Dhaharka Polres Lubuklinggau, Selasa (28/7).
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan kepolisian. Di tengah tingginya intensitas tugas, tekanan kerja, dan tuntutan pelayanan kepada masyarakat selama 24 jam, kesiapan fisik personel dinilai menjadi faktor yang tidak bisa ditawar.
Penyuluhan dibuka oleh Wakapolres Lubuklinggau Kompol M. Syamsul Zachri mewakili Kapolres AKBP Adithia Bagus Arjunadi. Hadir pula Kasi Dokkes Polres Lubuklinggau IPDA John Susanto, narasumber Dokter Azzahra Uzhma, serta diikuti seluruh personel bersama anggota Bhayangkari.
Dalam sambutannya, Kompol M. Syamsul Zachri menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama bagi anggota Polri dalam menjalankan tugas yang sarat risiko dan tekanan.
“Anggota Polri dituntut selalu siap memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam berbagai situasi. Kondisi tersebut membutuhkan fisik yang prima dan mental yang kuat. Karena itu, pemahaman mengenai pencegahan kematian mendadak menjadi sangat penting agar personel tetap sehat, produktif, dan mampu menjalankan tugas secara optimal,” tegasnya.
Materi yang disampaikan Dokter Azzahra Uzhma mengupas secara komprehensif mengenai penyebab kematian mendadak, mulai dari gangguan jantung, stroke, hingga faktor kelelahan yang sering luput dari perhatian. Peserta juga dibekali kemampuan mengenali gejala awal, faktor risiko, serta langkah penanganan pertama ketika menghadapi kondisi darurat medis.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa pola hidup tidak sehat menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya risiko penyakit mematikan. Kebiasaan merokok, kurang berolahraga, pola makan yang tidak seimbang, minim waktu istirahat, hingga stres berkepanjangan menjadi kombinasi faktor yang harus segera diantisipasi.
Selain teori, penyuluhan juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala sebagai langkah deteksi dini. Dengan pemeriksaan rutin, berbagai gangguan kesehatan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya menjadi lebih efektif sebelum berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa.
Kasi Dokkes Polres Lubuklinggau IPDA John Susanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian institusi terhadap keselamatan personel dan keluarganya.
“Menjaga kesehatan adalah investasi bagi setiap anggota Polri. Personel yang sehat akan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus mengurangi risiko terjadinya gangguan kesehatan serius yang dapat menghambat pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan sesi diskusi untuk berkonsultasi langsung mengenai berbagai keluhan kesehatan yang sering dialami selama menjalankan tugas.
Melalui kegiatan ini, Polres Lubuklinggau menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan kesehatan personel melalui program edukasi, deteksi dini, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan personel Polri yang sehat, tangguh, profesional, serta selalu siap memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(M.Harus ak)