BENGKULU//Mediainfopol.com/     Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa masa depan pembangunan daerah tidak bisa lagi bergantung pada kerja sektoral yang berjalan sendiri-sendiri. Ia mendorong lahirnya kolaborasi nyata dan terukur antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga lembaga keuangan sebagai fondasi utama percepatan kemajuan Provinsi Bengkulu.

Pesan itu disampaikan Helmi saat menghadiri jalan sehat Dies Natalis ke-44 Universitas Bengkulu (Unib) di halaman rektorat, Minggu (19/4). Di tengah suasana penuh kebersamaan, ia menggarisbawahi peran kampus bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan pusat inovasi dan penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Universitas terbaik di dunia versi saya adalah Universitas Bengkulu, karena saya lulusan kampus ini. Saya berharap Unib terus menjadi mitra strategis pemerintah,” ujar Helmi, disambut antusias peserta.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Ikatan Alumni Unib, Helmi juga melontarkan gagasan konkret: menjadikan kampus sebagai ruang hidup bagi ekonomi rakyat. Ia mendorong digelarnya agenda tahunan Semarak Merah Putih yang melibatkan pelaku UMKM, sehingga kampus tidak hanya melahirkan ide, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal.

“Kalau kampus, pemerintah, dan pelaku usaha bergerak bersama, dampaknya akan langsung terasa di masyarakat,” tegasnya.

Rektor Universitas Bengkulu, Indra Cahyadinata, menilai kegiatan jalan sehat ini lebih dari sekadar seremoni olahraga. Menurutnya, momen tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi lintas sektor.

“Ini momentum mempererat silaturahmi antara sivitas akademika, alumni, dan pemerintah. Kami ingin lulusan Unib tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki semangat kolaborasi dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Ribuan peserta yang terdiri dari sivitas akademika, alumni, hingga unsur pemerintah daerah memadati kegiatan tersebut. Rute jalan sehat dimulai dari halaman rektorat, melintasi gedung-gedung fakultas, menuju kawasan Rawa Makmur, dan kembali finis di kampus, dengan jarak tempuh setara sekitar 6.800 langkah.

Kemeriahan acara mencapai puncaknya saat pengundian hadiah, dengan satu unit sepeda motor dari Gubernur Bengkulu menjadi hadiah utama yang paling ditunggu peserta.

Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun kampus, Dies Natalis ke-44 Universitas Bengkulu kali ini menegaskan satu hal penting: kolaborasi bukan lagi jargon, melainkan keharusan jika Bengkulu ingin melompat lebih cepat menuju daerah yang inklusif, kompetitif, dan berdaya saing tinggi.
(M.Harus ak)