REJANG LEBONG//Mediainfopol.com/    Kekecewaan terhadap lambannya penanganan infrastruktur mendorong masyarakat bergerak sendiri. Kelompok Gabungan Petani Sawit Sukakarya SBI bersama warga Desa Air Kati, Kecamatan Padang Ulak Tanding Kabupaten Rejang Lebong Provensi Bengkulu,

mengumpulkan dana swadaya untuk memperbaiki Jembatan Sungai Linggar yang selama ini menjadi akses vital masyarakat.

Ketua kelompok, Harni, mengungkapkan bahwa dana tersebut berasal dari iuran hasil penjualan sawit sebesar Rp20.000 per ton yang dipotong setiap dua minggu sekali saat panen. Hingga kini, dana yang telah terkumpul di bendahara mencapai sekitar Rp10 juta, ditambah swadaya masyarakat sekitar Rp3 juta, sehingga total dana mencapai Rp13 juta.

Dana tersebut akan digunakan untuk membeli besi bulat sebagai material utama pembangunan lantai jembatan agar lebih kokoh dan memiliki daya tahan lebih lama. Selain itu, dana juga dialokasikan untuk pembelian besi dan kebutuhan pengelasan listrik dalam proses pembangunan.

Menurut Harni, langkah swadaya ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat agar akses transportasi tidak terus terhambat. Di sisi lain, aksi tersebut menjadi gambaran bahwa warga terpaksa mengambil peran yang semestinya menjadi perhatian pemerintah.

“Kami bergotong royong mengumpulkan dana agar jembatan ini bisa diperbaiki. Harapan kami, beban pemerintah menjadi lebih ringan, tetapi kami juga berharap ada perhatian nyata terhadap infrastruktur yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat,” ujar Harni.

Keberadaan Jembatan Sungai Linggar sangat penting bagi aktivitas petani dan warga. Kerusakan jembatan tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada distribusi hasil perkebunan yang menjadi sumber penghidupan utama warga di kawasan tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan dukungan, sehingga pembangunan jembatan dapat diselesaikan dengan standar konstruksi yang aman, kuat, dan mampu menunjang aktivitas ekonomi warga dalam jangka panjang. (M.Harus ak)