BOJONEGORO, mediainfopol.com
Geliat pelestarian budaya Jawa kembali terasa di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Pemerintah Desa (Pemdes) Jono menggelar tradisi Sedekah Bumi sebagai bentuk rasa syukur sekaligus menjaga warisan leluhur yang telah turun-temurun. 17/06/2026.
Mulai Rabu pagi pukul 10.00 WIB, masyarakat mulai berdatangan ke Sendang Templek, Dusun Kajangan, dengan membawa tumpeng untuk dinikmati bersama. Suasana penuh kebersamaan terlihat saat warga berkumpul, berdoa, serta makan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.
Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya hiburan seni tradisional Langen Tayub bersama Nyi Yasmi dan Nyi Priati yang membawakan lantunan tembang Jawa dengan suara khas dan merdu. Alunan gending-gending Jawa membuat suasana semakin kental dengan nuansa budaya leluhur.
Tidak hanya warga, para pedagang dari dalam maupun luar Desa Jono juga ikut meramaikan kegiatan tersebut. Mereka tertata rapi dan ikut menjaga suasana guyup rukun dalam perayaan budaya tahunan ini.
Pengamanan kegiatan dilakukan oleh Linmas setempat agar jalannya tradisi Sedekah Bumi berjalan aman dan tertib. Tradisi ini menjadi agenda rutin yang dilaksanakan di setiap dusun di wilayah Desa Jono.
Kepala Desa Jono, Dra. Hajah Henis Mehendrawati, menyampaikan bahwa Sedekah Bumi bukan hanya sebuah acara, tetapi bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya yang harus terus dijaga.
“Untuk melestarikan adat Desa Jono, setiap tahun kami mengadakan Sedekah Bumi. Selain sebagai wujud syukur atas hasil panen, kegiatan ini juga menjadi ajang doa bersama dan mempererat kebersamaan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Wardi (45), salah satu pedagang yang ikut meramaikan acara, mengatakan bahwa tradisi Sedekah Bumi di Desa Jono selalu dinanti masyarakat.
“Setiap tahun Desa Jono selalu mengadakan Sedekah Bumi dengan kesenian khas Langen Tayub. Harapannya kesenian Jawa tetap hidup, lestari, dan tidak hilang tergerus zaman,” pungkasnya.
Melalui Sedekah Bumi, masyarakat Desa Jono membuktikan bahwa budaya Jawa bukan sekadar peninggalan masa lalu, namun menjadi identitas yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
(Moh.Kanafi-mip.com)