PALEMBANG//Mediainfopol.com/ Kegiatan Safari Subuh yang digelar Wakapolda Sumatera Selatan, Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., di Masjid Samiul Huda, Sungai Buah, Selasa (14/4), menegaskan arah baru pendekatan Polri: hadir langsung di tengah masyarakat dengan sentuhan nyata, bukan sekadar kehadiran seremonial.
Didampingi Pejabat Utama Polda Sumsel, Wakapolda berbaur dengan jamaah, membuka ruang dialog, serta menyerap aspirasi warga secara langsung. Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret untuk memutus jarak psikologis antara aparat kepolisian dan masyarakat yang selama ini kerap menjadi sorotan.
“Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung dan pengayom yang siap membantu kapan pun dibutuhkan,” ujar Brigjen Rony. Ia menekankan, kepercayaan publik tidak bisa dibangun melalui simbol atau slogan, melainkan melalui konsistensi tindakan di lapangan.
Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap transparansi dan pelayanan publik, pendekatan humanis melalui Safari Subuh menjadi salah satu strategi untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana menyerap kritik, keluhan, hingga masukan warga tanpa sekat birokrasi.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., yang menempatkan pendekatan humanis sebagai fondasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Safari Subuh ini bukan sekadar program rutin. Ini adalah bentuk komitmen bahwa setiap anggota Polri harus hadir, peduli, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Namun demikian, publik tetap menaruh ekspektasi tinggi agar kegiatan seperti ini tidak berhenti pada level simbolik. Konsistensi pelayanan, kecepatan merespons laporan, serta penegakan hukum yang adil dan transparan menjadi indikator utama yang akan menentukan sejauh mana kepercayaan masyarakat dapat terus dibangun.
Pada akhirnya, Safari Subuh bukan hanya tentang kehadiran di rumah ibadah, melainkan tentang sejauh mana kehadiran tersebut mampu menghadirkan rasa aman dan keadilan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
(M.Harus ak)