BLITAR KOTA – Mediainfopol.com

Polres Blitar Kota kembali memanfaatkan Kendaraan taktis (Rantis) Armoured Water Cannon (AWC) dalam kegiatan sosial penyaluran air bersih, Rabu 29/11/2023

Sat Samapta Polres Blitar Kota menggunakan AWC untuk membantu distribusi air bersih ke masyarakat.

Alih fungsi sementara AWC digunakan untuk bantuan air bersih, karena krisis air terjadi dampak puncak kemarau terjadi akhir-akhir ini.

Bukti kebermanfaatan AWC bagi masyarakat, kemarin sarana prasarana Sat Samapta itu kembali menyalurkan air bersih untuk warga di Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar.

Untuk diketahui, warga Kelurahan Tanjungsari Sukorejo, salah satu wilayah paling terdampak kemarau panjang. Menyusul beberapa sumur warga mulai tidak keluar air.

Kali ini, Sat Samapta Polres Blitar Kota memasok 6500 Liter air bersih di lima titik tempat penampungan air di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

“Hari ini, kami mensuplai 6.500 liter air bersih kepada warga terdampak bencana kekeringan di Kelurahan Tanjungsari,” kata Kasat Samapta Polres Blitar Kota, AKP Nanang Budhiarto.

AKP Nanang mengatakan, dropping air bersih dilakukan dengan cara mengisi tempat penampungan air yang sudah disiapkan di sejumlah titik di lokasi.

Menurutnya, ada lima titik tempat penampungan air untuk warga terdampak bencana kekeringan di Kelurahan Tanjungsari.

“Dari lima lokasi dropping di Kelurahan Tanjungsari, itu total ada 27 KK atau 104 jiwa yang mengalami kekurangan air bersih,” ujarnya.

Staf Kelurahan Tanjungsari, Bahrudin Anwar mengatakan, tiap hari BPBD Kota Blitar juga melakukan dropping air bersih kepada warga terdampak bencana kekeringan di Kelurahan Tanjungsari.

“Tiap hari, dari BPBD juga melakukan dropping air kepada warga. Di Kelurahan Tanjungsari ada enam titik penampungan air bersih,” katanya.

Sementara itu, Sugianto Ketua Rw 04 Kelurahan Tanjungsari Sukorejo Kota Blitar mengucapkan terima kasih atas kepedulian Polres Blitar Kota dan jajaran.

Menurut Sugianto, kondisi sekarang dirinya dan warga sangat membutuhkan air bersih. “Mewakili warga saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Blitar Kota,” tutupnya

(Rls, why)

By wahyu

You missed

Kepala BKN ke Jember, Apresiasi Kebijakan Pengangkatan Ribuan PPPK Diskominfo Jember – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang berani mengambil langkah strategis dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan olahraga bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, yang digelar di Alun-Alun Nusantara Jember, Jumat (9/1/2026). Kehadiran Kepala BKN Pusat di Jember menjadi penanda penting sekaligus pengakuan nasional atas kebijakan progresif Pemkab Jember dalam memperjuangkan kepastian status pegawai, khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu. Jember tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah pengangkatan P3K paruh waktu terbesar di Indonesia, mencapai sekitar 8.000 orang. Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa kunjungan Kepala BKN ke Jember merupakan bentuk apresiasi sekaligus penguatan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah. “Alhamdulillah hari ini kita kedatangan tamu Kepala BKN Pusat. Beliau datang ke Jember sebagai bentuk komitmen dan apresiasi karena Jember hari ini memperjuangkan nasib PPPK dan PPPK paruh waktu terbesar di Indonesia,” ujar Gus Fawait. Ia mengakui bahwa pengangkatan ribuan PPPK berdampak signifikan terhadap kondisi fiskal daerah. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Jember bersama DPRD sepakat bahwa kejelasan status pegawai yang telah mengabdi selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun adalah bentuk penghormatan terhadap pengabdian. Gus Fawait juga menegaskan kebijakan Pemkab Jember yang tetap mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dalam APBD Tahun Anggaran 2026. “Di saat pemerintah provinsi dan banyak kabupaten/kota lain melakukan penyesuaian bahkan pemotongan TPP, Jember memilih mempertahankan TPP. Ini berarti secara rasio APBD, Jember justru melakukan penguatan kesejahteraan ASN,” jelasnya. Kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan DPRD Jember dan diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga motivasi, integritas, serta kualitas pelayanan publik. “Sebagai bentuk komitmen, insya Allah ASN Jember akan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” imbuh Gus Fawait. Sementara itu, Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperjuangkan ASN dan P3K. “Pengangkatan PPPK penuh waktu dan paruh waktu di Jember berjalan sangat baik. Delapan ribu PPPK paruh waktu itu angka yang sangat besar, salah satu yang terbesar di Indonesia,” ujar Prof. Zudan. Ia menilai kebijakan Jember sebagai contoh konkret keberpihakan pemerintah daerah terhadap pengabdian pegawai, sekaligus bukti keseriusan kepala daerah dalam membangun birokrasi yang manusiawi. “Ini adalah wujud perjuangan luar biasa. Maka mari kita bantu Bupati dan Wakil Bupati Jember dengan cara meningkatkan kinerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya. Kegiatan olahraga bersama ini menjadi lebih dari sekadar agenda kebersamaan. Ia menjelma sebagai simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem kepegawaian yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada pengabdian. Melalui pengangkatan PPPK terbesar secara nasional, kebijakan mempertahankan TPP, serta penataan administrasi kepegawaian, Kabupaten Jember menegaskan diri sebagai daerah yang berani mengambil risiko fiskal demi kepastian status, martabat, dan masa depan para ASN.