Langkah Cepat Bupati Jember Terima Semua Masukan Mahasiswa! Simulasi Lalu Lintas Senin, Satgas Bersama, & Rencana Pasar Tanjung
JEMBER, — Mediainfopol.com
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyapa langsung para mahasiswa yang menyuarakan aspirasi terkait Pasar Tanjung, meski baru saja tiba dari rumah sakit. Dalam pesannya yang tulus dan tanpa sekat protokoler, beliau menyampaikan komitmen penuh untuk menjawab setiap keresahan yang disampaikan, Selasa (22/9/2026)
“Terima kasih kawan-kawan, adik-adik mahasiswa. Saya baru datang dari rumah sakit untuk mengecek kondisi pelayanan kesehatan kita. Pertemuan pertama ini saya tidak sedang di Pemda, sehingga belum bisa menemui secara langsung. Seandainya saya di tempat, saya tidak butuh protokoler, saya langsung menemui adik-adik semuanya.
Satu Semangat: Pasar Tradisional Milik Wong Cilik
Gus Fawait menegaskan, semangat yang diusung mahasiswa sejalan sepenuhnya dengan keinginan beliau:
“Pasar tradisional adalah simbol perdagangan sektor informal, tempat banyak wong cilik mencari nafkah. Keinginan saya sama persis dengan adik-adik.”
Setelah menerima masukan dari mahasiswa, beliau langsung turun ke lapangan: sudah empat kali mengunjungi Pasar Tanjung untuk memahami langsung kondisi di lokasi. Hari ini, beliau mengundang para pedagang untuk menyampaikan rencana dan mendengar aspirasi mereka.
Simulasi Lalu Lintas Jalan Samanhudi Mulai Senin
Terkait usulan pengaturan arus lalu lintas yang disampaikan mahasiswa, Gus Fawait memberi kepastian:
“Kami pelajari tuntutan adik-adik di media sosial. Uji coba pengaturan lalu lintas di Jalan Samanhudi akan dimulai Senin mendatang, disesuaikan dengan apa yang diusulkan adik-adik mahasiswa.”
Satgas Gabungan: Bukan Satu Pihak Saja
Beliau menyambut baik usulan pembentukan Satgas dan menerimanya sepenuhnya:
“Ide Satgas ini sangat bagus. Bukan hanya sehari dua hari, bukan hanya dari satu pihak. Nanti akan dibentuk Satgas yang beranggotakan unsur UPTD Terkait, perwakilan pedagang, warga sekitar, hingga perwakilan RT dan RW. Saya terima dan akan laksanakan.”
Termasuk pengaturan trotoar dan skenario penataan kawasan, semuanya diterima dan akan disosialisasikan kepada para pedagang terlebih dahulu.
“Hari ini saya sampaikan rencana ini kepada pedagang. Setelah itu, kita jadwalkan pertemuan langsung dengan adik-adik mahasiswa, dipimpin Mas Faizin dan rekan-rekan. Silakan ajukan audiensi, saya siap menemui.”
Gus Fawait menutup dengan apresiasi yang tulus:
Saya bangga pada adik-adik. Ide-ide yang disampaikan — skenario lalu lintas, Satgas, penataan trotoar — semuanya saya terima. Bantu mengawasi pelaksanaannya, nanti kita berdiskusi lebih lanjut.
(Nurdiansyah)