​BOJONEGORO,mediainfopol.com

Suara glegar yang mantap dan khas itu belum pudar. Mulyono, mantan vokalis grup musik lokal era 90-an asal Bojonegoro, kembali menghentak panggung hiburan rakyat saat tampil dalam panggung pernikahan keponakannya, Afandi dan Nasila, di Desa Pacing, Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro.Kamis 30 /07 /2026.

 

​Kehadirannya di atas panggung bukan sekadar hiburan biasa, melainkan momen nostalgia yang membawa ingatan warga kembali pada era kejayaan dangdut murni di tingkat pedesaan. Meski telah puluhan tahun tidak aktif secara profesional, kualitas vokal Mulyono terbukti masih prima dan mampu menyihir para tamu undangan yang hadir.

​”Saya siap menggoyang pentas keluarga ini dengan melantunkan suara khas dangdut murni,” ujar Mulyono di sela-sela penampilannya yang disambut riuh tepuk tangan warga.

​Jejak Panggung Era 90-an

​Nostalgia Mulyono tak lepas dari rekam jejaknya di dunia musik lokal. Pada era 1994–1995, nama Mulyono dan kawan-kawan cukup disegani di panggung-panggung perdesaan Bojonegoro. Bersama grup musiknya yang beranggotakan empat personel—termasuk Ahwan pada gitar, Lamiran pada kendang, serta penabuh suling dan tamborine (icik-icik)—mereka aktif menjelajah dari desa ke desa.

 

​Uniknya, meski hanya diiringi instrumen sederhana seperti kendang dan gitar, karakter vokal kuat Mulyono mampu menghidupkan suasana dan menggetarkan panggung-panggung hajatan warga kala itu.

​Momen pernikahan Afandi dan Nasila pun menjadi panggung “kembali”-nya sang vokalis gaek. Kehadirannya tidak hanya memeriahkan pesta pernikahan, tetapi juga menjadi bukti bahwa kecintaan pada musik dangdut murni tidak pernah padam oleh waktu.

 

(Moh.Kanafi-mip, com)