MUSI RAWAS//Mediainfopo.com/ Wajah Gedung DPRD Kabupaten Musi Rawas kini justru mencerminkan ironi. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang prima, bangunan yang menjadi simbol kekuasaan legislatif itu tampak dibiarkan merosot dalam kondisi memprihatinkan.
Pantauan Media Infopol mengungkap fakta di lapangan: sejumlah plafon gedung tampak bolong dan nyaris ambruk. Di beberapa titik, sarang burung berhamburan, kotoran berserakan, dan debu menumpuk tanpa penanganan serius. Pemandangan ini tak hanya mengganggu estetika, tetapi juga memunculkan risiko kesehatan dan keselamatan bagi penghuni gedung.
Kondisi tersebut memperlihatkan indikasi lemahnya pemeliharaan aset daerah. Padahal, gedung DPRD bukan sekadar fasilitas kerja, melainkan representasi wibawa lembaga yang seharusnya menjadi contoh dalam tata kelola yang baik.
Ketika ingin dikonfirmasi, Sekretaris DPRD Musi Rawas, Elbaroma SE.M.S.I. tidak memberikan penjelasan substantif. Ia hanya menjawab singkat, “Nilek ya” (nanti saja), tanpa kejelasan waktu maupun komitmen untuk memberikan keterangan resmi.
Sikap tertutup itu semakin menguatkan tanda tanya. Pihak media bahkan telah menunggu selama kurang lebih tiga jam di ruang tunggu Sekretariat Dewan, namun tidak juga mendapat kesempatan wawancara. Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada klarifikasi terkait kondisi gedung, rencana rehabilitasi, maupun penggunaan anggaran pemeliharaan.
Situasi ini memunculkan dugaan adanya pembiaran terhadap kerusakan fasilitas publik. Publik berhak mempertanyakan: apakah anggaran perawatan gedung tidak tersedia, tidak terserap, atau justru tidak dikelola dengan semestinya?
Minimnya transparansi dan respons dari pihak terkait menjadi catatan serius. Di tengah sorotan terhadap akuntabilitas penggunaan anggaran daerah, kondisi fisik gedung DPRD Musi Rawas justru menjadi potret nyata yang sulit dibantah.
Jika dibiarkan, bukan hanya citra lembaga yang tergerus, tetapi juga kepercayaan publik terhadap komitmen wakil rakyat dalam mengurus kepentingan dasar, termasuk merawat aset milik daerah sendiri.
(M.Harus ak)