Ketua Komisi B Candra Ary Fianto Laksanakan Reses Masa Persidangan Ke-1 Tahun 2026

 

Jember,Kegiatan Reses Masa Sidang I DPRD Jember kembali berlangsung pada Rabo ,(11/03/2026) sore kali ini dipusatkan di jln.Patimura desa Kalisat Kecamatan Kalisat Jember.

Kegiatan reses menghadirkan Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan , Candra Ary Fianto,yang langsung mendengarkan langsung berbagai masukan dari kadernya dan juga masyarakat.

Selanjutnya,Candra dalam sambutannya menekankan kegiatan reses ini memiliki peran penting sebagai ruang diskusi antara kadernya bersama wakil rakyat serta masyarakat.

Candra menegaskan bahwa reses tidak boleh dipandang sebagai seremoni biasa, melainkan kewajiban konstitusional yang harus dijalankan untuk memastikan suara rakyat benar-benar tersampaikan “ucap,Candra.

Kegiatan reses ini untuk turun langsung dan memahami apa yg masyarakat rasakan dan harus kita perjuangkan.

Melalui dialog dilapangan ” kata Candra,para legislator memperoleh gambaran nyata mengenai persoalan yg dihadapi masyarakat.Terutama terkait perekonomian masyarakat di Jember.Kabupaten Jember angka kemiskinan Masik terbesar di Jawa timur.Candra,turut menyoroti perekonomian Jember yang masih ditopang oleh dua sektor yakni pertanian dan usaha mikro kecil dan menengah.

Candra juga menyinggung lambatnya revisi peraturan daerah tentang Rencana tata ruang wilayah (RTRW).Candra berpendapat bahwa kepastian tata ruang sangat menentukan arah pembangunan dan menjadi syarat penting masuknya investor.

Lanjutnya,didunia pendidikan Ia,turut mendukung adanya program prioritas Pemkab Jember ada “Gema cinta Beasiswa” untuk jenjang pendidikan ke perguruan tinggi.Candra sebagai anggota dewan dari Fraksi PDIP mengajukan 31 peserta penerima beasiswa yang lolos 18 peserta.

Usulan dari masyarakat yang mengikuti reses,Ada yang mengajukan bantuan bibit padi dan jagung,Candra menanggapi usulan bantuan bibit dari masyarakat ,apa lagi Fraksi PDIP memiliki bibit unggulan padi dengan mengunakan pupuk organik dalam satu hektar bisa menghasilkan 10 ton dari hasil panen.

Meski demikian,Candra Ary Fianto memastikan bahwa perjuangan untuk memperjuangkan pokok pikiran tetap berkelanjutan,meskipun beberapa agenda mengalami penundaan “pungkasnya

 

 

(Nurdiansyah)