Gus Bupati Mohammad Fawait Konsistensi Satu Lumbung pangan Nasional Dalam Sektor pertanian Dengan Arahan presiden RI Prabowo Subianto.

Jember – Mediainfopol.com

Bupati Jember Muhammad Fawait mengikuti kegiatan zoom meeting panen raya nasional dan pengumuman swasembada pangan bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dilaksanakan di Pendopo Wahya wibawagraha (WWG) / BPP Bangsalsari, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Presiden RI dalam arahannya menyampaikan capaian Indonesia yang kembali berhasil meraih swasembada pangan pada tahun 2025, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus memberikan perhatian besar kepada sektor pertanian.

Usai mengikuti kegiatan tersebut, Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait menyampaikan rasa syukur atas capaian nasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan Indonesia kembali swasembada pangan menjadi penyemangat bagi Kabupaten Jember untuk bangkit dan kembali menjadi daerah unggulan sektor pertanian di Jawa Timur.

“Alhamdulillah, Indonesia kembali swasembada pangan di tahun 2025. Ini menjadi motivasi bagi kami di Kabupaten Jember. Dulu Jember pernah menjadi nomor satu di Jawa Timur. Hari ini memang belum, tapi akan kami kejar. Mudah-mudahan dalam lima tahun ke depan bisa tercapai,” ujarnya.

Gus Fawait juga menegaskan besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Kabupaten Jember. Ia menyebutkan bahwa anggaran pertanian yang diterima Jember, baik dari pusat maupun dari APBD, merupakan salah satu yang terbesar dalam kurun waktu 40 tahun terakhir.

“Perhatian dari pemerintah pusat saja mencapai sekitar Rp149 miliar lebih. Ini merupakan salah satu anggaran pertanian terbesar yang pernah diterima Jember dalam 40 tahun terakhir. Artinya, pemerintah pusat dan Pemkab Jember sangat serius memperhatikan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen menggandeng perguruan tinggi dan kalangan akademisi untuk memberikan masukan konkret dalam pengembangan sektor pertanian. Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan kembali Jember sebagai lumbung pangan di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.

Selain itu, Gus Fawait menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Pemkab Jember akan melanjutkan program optimalisasi lahan seluas 6.000 hektare. Ia juga telah memerintahkan Dinas Pertanian untuk memetakan kondisi infrastruktur pertanian yang saat ini sekitar 70 persen mengalami kerusakan.

“Kita memang punya tugas berat. Infrastruktur pendidikan, jalan, dan pertanian banyak yang rusak. Namun kami tidak berkecil hati. Terbukti, pada tahun 2025 pembangunan sektor pendidikan menjadi yang terbesar dalam sejarah Kabupaten Jember, termasuk tambahan bantuan revitalisasi sekolah terbesar secara nasional,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perhatian besar dari pemerintah pusat terhadap sektor pertanian menjadi bagian dari ikhtiar bersama seluruh elemen di Jember untuk meyakinkan bahwa Jember memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

“Mohon doa dari seluruh masyarakat Jember, semoga ke depan perhatian pemerintah pusat kepada Jember semakin besar dan membawa kesejahteraan bagi petani serta masyarakat secara luas,” pungkasnya.

 

 

(Nurdiansyah)

You missed

Kepala BKN ke Jember, Apresiasi Kebijakan Pengangkatan Ribuan PPPK Diskominfo Jember – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang berani mengambil langkah strategis dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan olahraga bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, yang digelar di Alun-Alun Nusantara Jember, Jumat (9/1/2026). Kehadiran Kepala BKN Pusat di Jember menjadi penanda penting sekaligus pengakuan nasional atas kebijakan progresif Pemkab Jember dalam memperjuangkan kepastian status pegawai, khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu. Jember tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah pengangkatan P3K paruh waktu terbesar di Indonesia, mencapai sekitar 8.000 orang. Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa kunjungan Kepala BKN ke Jember merupakan bentuk apresiasi sekaligus penguatan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah. “Alhamdulillah hari ini kita kedatangan tamu Kepala BKN Pusat. Beliau datang ke Jember sebagai bentuk komitmen dan apresiasi karena Jember hari ini memperjuangkan nasib PPPK dan PPPK paruh waktu terbesar di Indonesia,” ujar Gus Fawait. Ia mengakui bahwa pengangkatan ribuan PPPK berdampak signifikan terhadap kondisi fiskal daerah. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Jember bersama DPRD sepakat bahwa kejelasan status pegawai yang telah mengabdi selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun adalah bentuk penghormatan terhadap pengabdian. Gus Fawait juga menegaskan kebijakan Pemkab Jember yang tetap mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dalam APBD Tahun Anggaran 2026. “Di saat pemerintah provinsi dan banyak kabupaten/kota lain melakukan penyesuaian bahkan pemotongan TPP, Jember memilih mempertahankan TPP. Ini berarti secara rasio APBD, Jember justru melakukan penguatan kesejahteraan ASN,” jelasnya. Kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan DPRD Jember dan diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga motivasi, integritas, serta kualitas pelayanan publik. “Sebagai bentuk komitmen, insya Allah ASN Jember akan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” imbuh Gus Fawait. Sementara itu, Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperjuangkan ASN dan P3K. “Pengangkatan PPPK penuh waktu dan paruh waktu di Jember berjalan sangat baik. Delapan ribu PPPK paruh waktu itu angka yang sangat besar, salah satu yang terbesar di Indonesia,” ujar Prof. Zudan. Ia menilai kebijakan Jember sebagai contoh konkret keberpihakan pemerintah daerah terhadap pengabdian pegawai, sekaligus bukti keseriusan kepala daerah dalam membangun birokrasi yang manusiawi. “Ini adalah wujud perjuangan luar biasa. Maka mari kita bantu Bupati dan Wakil Bupati Jember dengan cara meningkatkan kinerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya. Kegiatan olahraga bersama ini menjadi lebih dari sekadar agenda kebersamaan. Ia menjelma sebagai simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem kepegawaian yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada pengabdian. Melalui pengangkatan PPPK terbesar secara nasional, kebijakan mempertahankan TPP, serta penataan administrasi kepegawaian, Kabupaten Jember menegaskan diri sebagai daerah yang berani mengambil risiko fiskal demi kepastian status, martabat, dan masa depan para ASN.