*KOTA MALANG –* Deklarasi Kamtibmas “Jogo Jatim” oleh ribuan driver ojek online digelar di Stadion Gajayana Kota Malang, Jumat (31/10).

Kegiatan itu dilaksanakan dalam satu rangkaian Apel Ojol Kamtibmas Jogo Jatim yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Forkopimda Jatim, Forkopimda Kabupaten Malang Raya, Kapolda Jatim,Irjen Pol Nanang Avianto dan Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Pasma Royce serta pejabat utama Mabes Polri dan pejabat utama Polda Jatim.

Dihadapan ribuan peserta apel, para pengemudi ojol membacakan Deklarasi Ojol Jawa Timur, yang berisi Lima komitmen bersama yaitu :

1. Berkomitmen penuh mendukung dan bersinergi dengan kepolisian agar terwujud Jawa Timur yang aman dan kondusif.

2. Siap menjadi mitra Polri dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Jawa Timur.

3. Akan mematuhi peraturan lalu lintas demi mendukung keamanan dan ketertiban berlalu lintas.

4. Berkomitmen menjaga lingkungan, warga, serta menaati aturan dalam semangat Jogo Jawa Timur, demi Jatim yang aman, tertib, dan bermartabat.

5. Siap mendukung program-program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

Apel akbar Kamtibamas yang diikuti hampir 10 ribu driver ojol ini untuk memperkuat sinergi dan soliditas antara Polri dengan komunitas Ojol dalam menjaga kamtibmas di wilayah Jawa Timur.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono menjelaskan, Apel ojol kamtibmas Jogo Jatim ini juga bagian dari bentuk perhatian dan kepedulian Polri kepada komunitas Ojol.

“Rekan – rekan Ojol selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan tertib di Kota Malang,” ujar Kombes Nanang usai mengikuti apel.

Pada kesempatan tersebut, Polresta Malang Kota Polda Jatim juga menyediakan 2.300 sak beras SPHP kemasan 5 kilogram atau setara dengan 11,5 ton beras disalurkan secara cuma-cuma kepada driver Ojol.

Selain itu juga 2.000 helm dan 2.000 rompi Ojol Kamtibmas dibagikan untuk para pengemudi Ojol Semalang Raya.

“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi para Ojol dalam menjaga keamanan serta keselamatan di jalan raya,” ujar Kombes Pol Nanang.

Ia menegaskan bahwa Polri siap membantu segala keluhan dan kendala yang dihadapi para driver Ojol di lapangan.

“Kami selalu siap mendengarkan dan membantu rekan-rekan Ojol dalam setiap kendala di jalan. Jangan segan untuk meminta bantuan kepada kepolisian terdekat bila menemui kesulitan,” ujar Kombes Nanang.

Ia menekankan bahwa bentuk kolaborasi Ojol dengan Polri adalah wujud nyata sinergi untuk Jogo Jawa Timur tetap aman, nyaman dan kondusif.

“Apel Ojol Kamtibmas “Jogo Jatim bersama Polda Jatim” ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi bukti soliditas dan sinergi antara Polri dan komunitas transportasi online dalam memperkuat keamanan berbasis masyarakat,”pungkasnya. (*)

By Man

You missed

Alternatif judul; 1. Puncak Arus Balik Ketapang 26–29 Maret, Pemudik Diimbau gAtur Waktu 2. Rakor Terhubung Kapolri, Banyuwangi Siapkan 16 Buffer Zone di Ketapang 3. Arus Balik Mulai Padat, Kapolda Tekankan Sinergi Pengamanan Jawa–Bali 4. Ketapang Siaga Arus Balik, Tiket Ferry Wajib via Ferizy 5. Lonjakan Pemudik Diprediksi Akhir Maret, Aparat Siaga Penuh BANYUWANGI, Arus balik Lebaran di Pelabuhan Ketapang mulai menunjukkan peningkatan sejak Senin (23/3/2026), terutama didominasi kendaraan roda dua. Puncak arus balik diprediksi terjadi pada 26–29 Maret 2026. Mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemkab Banyuwangi bersama TNI-Polri dan stakeholder menggelar rapat koordinasi di Posko ASDP Ketapang, Selasa (24/3/2026), yang juga terhubung secara daring dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Rakor dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Wakil Bupati Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, serta Forkopimda. Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.S.i, mengimbau pemudik untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan pada periode puncak. “Kami mengimbau pemudik bisa mengatur waktu perjalanan, termasuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere agar tidak menumpuk di puncak arus balik,” ujar Wabup Mujiono. Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kelancaran arus balik di jalur strategis Jawa–Bali. “Koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh skenario pengamanan dan rekayasa lalu lintas berjalan optimal, sehingga arus balik tetap aman dan lancar,” tegas Irjen Pol Nanang Avianto. Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan menyebutkan, berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, termasuk penyediaan buffer zone di sejumlah titik. “Kami telah menyiapkan 16 titik buffer zone untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Selain itu, lokasi seperti RTK Tanjungwangi, Terminal Sri Tanjung, hingga Grand Watu Dodol juga difungsikan sebagai kantong parkir tambahan,” jelas Kombes Pol Rofiq, yang dikenal sebagai polisi santri. Ditambahkan Kapolresta Rofiq, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, SAR, relawan, dan stakeholder lainnya disiagakan penuh selama masa arus balik. “Seluruh personel kami siagakan untuk memastikan kelancaran dan keamanan pemudik di lintasan penyeberangan Jawa–Bali,” tambah pamen asal Magelang ini. Di sisi lain, Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menegaskan bahwa sistem pembelian tiket kini sepenuhnya dilakukan secara digital. “Tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Seluruh pengguna jasa wajib membeli tiket melalui aplikasi Ferizy yang sudah tersedia hingga H-60,” pungkasnya.