Lubuklinggau//Mediainfopol.Com/Ada hal yang menarik perhatian masyarakat luas saat melintasi mulai dari masjid Agung A’s Sallam tepatnya di lingkungan Alun-alun Merdeka sampai simpang tiga ARSA kelurahan Jawa Kanan Kecamatan Lubuklinggau Timur II keadaan aman dan kondusif.

Kota Lubuklinggau di hiasi lampu mulai dari lampu hias udara sampai lampu hias pepohonan di nilai begitu indah di pandang mata, saat detik-detik menjelang hari raya Idul Fitri 1446 Hijrah atau tepatnya pada tahun 2025.

Dari hasil pantauan tim awak Bintang Nusantara Jumat malam sabtu 28 Maret 2025 sekitar pukul 21.00 Wib Kota Lubuklinggau mulai di padati masyarakat umum yang menikmati keindahan dan kenyamanan suasana Kota Lubuklinggau. “Kota Transit Menuju Kota Metropolis”

Hal ini dinilai, tentunya tidak luput peran banyak pihak-pihak dari Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Lubuklinggau (Perkim) dan pihak Kepolisian Wilayah Hukum Polres Lubuklinggau.

Berhasil dijumpai beberapa masyrakat mengungkapkan rasa bangga dan bahagia melihat kemajuan Kota Lubuklinggau yang merasakan kenyamanan saat melintasi di sepanjang jalan Yos Sudarso sampai ke Masjid Agung A’s Sallam.

“Kami warga kota Lubuklinggau bangga dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Lubuklinggau (Perkim) dan Polres Lubuklinggau.” ujar warga yang menyebutkan namanya. Udin di dampingi dua orang anaknya.

Hal senada diungkapkan Linda warga Marga Mulia Kecamatan Selatan II, saat di jumpai di Alun-alun Merdeka merasakan tahun ini sangat berbeda.

“Alhamdulillah kami masyarakat sangat bangga menjadi warga Kota Lubuklinggau Karena kemajuan dan situasi aman lebih terasa semoga kedepannya pemerintah Kota Lubuklinggau menampilkan karya terbaik nya untuk masyarakat.” papar Linda. Kepada Tim Bintang Nusantara.
(M.Harus ak)

You missed

Kepala BKN ke Jember, Apresiasi Kebijakan Pengangkatan Ribuan PPPK Diskominfo Jember – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang berani mengambil langkah strategis dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan olahraga bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, yang digelar di Alun-Alun Nusantara Jember, Jumat (9/1/2026). Kehadiran Kepala BKN Pusat di Jember menjadi penanda penting sekaligus pengakuan nasional atas kebijakan progresif Pemkab Jember dalam memperjuangkan kepastian status pegawai, khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu. Jember tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah pengangkatan P3K paruh waktu terbesar di Indonesia, mencapai sekitar 8.000 orang. Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa kunjungan Kepala BKN ke Jember merupakan bentuk apresiasi sekaligus penguatan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah. “Alhamdulillah hari ini kita kedatangan tamu Kepala BKN Pusat. Beliau datang ke Jember sebagai bentuk komitmen dan apresiasi karena Jember hari ini memperjuangkan nasib PPPK dan PPPK paruh waktu terbesar di Indonesia,” ujar Gus Fawait. Ia mengakui bahwa pengangkatan ribuan PPPK berdampak signifikan terhadap kondisi fiskal daerah. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Jember bersama DPRD sepakat bahwa kejelasan status pegawai yang telah mengabdi selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun adalah bentuk penghormatan terhadap pengabdian. Gus Fawait juga menegaskan kebijakan Pemkab Jember yang tetap mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dalam APBD Tahun Anggaran 2026. “Di saat pemerintah provinsi dan banyak kabupaten/kota lain melakukan penyesuaian bahkan pemotongan TPP, Jember memilih mempertahankan TPP. Ini berarti secara rasio APBD, Jember justru melakukan penguatan kesejahteraan ASN,” jelasnya. Kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan DPRD Jember dan diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga motivasi, integritas, serta kualitas pelayanan publik. “Sebagai bentuk komitmen, insya Allah ASN Jember akan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” imbuh Gus Fawait. Sementara itu, Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperjuangkan ASN dan P3K. “Pengangkatan PPPK penuh waktu dan paruh waktu di Jember berjalan sangat baik. Delapan ribu PPPK paruh waktu itu angka yang sangat besar, salah satu yang terbesar di Indonesia,” ujar Prof. Zudan. Ia menilai kebijakan Jember sebagai contoh konkret keberpihakan pemerintah daerah terhadap pengabdian pegawai, sekaligus bukti keseriusan kepala daerah dalam membangun birokrasi yang manusiawi. “Ini adalah wujud perjuangan luar biasa. Maka mari kita bantu Bupati dan Wakil Bupati Jember dengan cara meningkatkan kinerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya. Kegiatan olahraga bersama ini menjadi lebih dari sekadar agenda kebersamaan. Ia menjelma sebagai simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem kepegawaian yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada pengabdian. Melalui pengangkatan PPPK terbesar secara nasional, kebijakan mempertahankan TPP, serta penataan administrasi kepegawaian, Kabupaten Jember menegaskan diri sebagai daerah yang berani mengambil risiko fiskal demi kepastian status, martabat, dan masa depan para ASN.