REJANG LEBONG//Mediainfopol.com/ Konsolidasi PDI Perjuangan (PDIP) di Provinsi Bengkulu mulai bergerak serius. Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto turun langsung ke Kabupaten Rejang Lebong, Kamis (29/10/2026), untuk mengukuhkan pengurus ranting desa dan kelurahan di Lapangan Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang.

Bukan sekadar seremoni pengukuhan, agenda ini menjadi sinyal bahwa mesin politik PDIP mulai dipanaskan menuju Pemilu 2029. Struktur partai hingga ke tingkat akar rumput menjadi perhatian serius, sekaligus penegasan bahwa kekuatan politik tidak boleh hanya bertumpu pada elite di tingkat pusat.

Di hadapan kader, Hasto bahkan melontarkan peringatan keras kepada jajaran pengurus partai agar tidak memandang sebelah mata pengurus ranting, PAC, maupun satgas. Ia menegaskan, partai yang mengabaikan kekuatan akar rumput sama saja sedang meruntuhkan fondasi organisasinya sendiri.

“DPP, DPD, dan DPC untuk tidak menyepelekan ranting, satgas, dan PAC partai, saudara-saudara sekalian. Jadi, kita ini partai yang bergerak ke bawah,” tegas Hasto.

Pesan tersebut menjadi sorotan utama dalam konsolidasi yang dihadiri jajaran pengurus PDIP dari tingkat pusat hingga daerah. Sebab, di tengah persiapan menghadapi kontestasi politik mendatang, soliditas organisasi menjadi salah satu faktor penentu kekuatan partai.

Hasto tidak berhenti pada ajakan memperkuat struktur organisasi. Ia juga menyentil keras sikap elite partai yang berpotensi merasa lebih tinggi dibandingkan kader di tingkat bawah.

Menurutnya, jabatan Sekjen, pengurus DPP, DPD, DPC hingga ranting bukan alasan untuk membangun sekat atau mempertontonkan kesombongan politik.

“Sekjen dan ranting itu sama. Enggak boleh dibedakan pangkat politiknya. DPP dan ranting sama. Maka, DPD dan DPC juga jangan sok adigung, adigang, adiguna. Jangan sok sombong sebagai elite partai,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa struktur organisasi bukan panggung untuk membangun gengsi. Jabatan hanya membedakan lingkup tanggung jawab, bukan nilai pengabdian seorang kader.

Hasto menegaskan, seluruh kader merupakan petugas partai yang memiliki tanggung jawab menjalankan amanat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mengabdi kepada rakyat, bangsa, dan negara.

Pengurus pusat bertanggung jawab dalam lingkup nasional, sedangkan pengurus ranting menjadi ujung tombak partai di desa dan kelurahan. Anak ranting bergerak di tingkat dusun.

Pengukuhan pengurus ranting di Rejang Lebong menjadi bagian dari konsolidasi organisasi PDIP di Provinsi Bengkulu.

Secara keseluruhan, PDIP memiliki 1.341 pengurus ranting desa dan kelurahan di wilayah tersebut. Jumlah ini menjadi modal organisasi yang besar, tetapi juga menuntut kerja nyata agar struktur partai tidak hanya hidup di atas kertas.

Kekuatan ranting akan diuji melalui kemampuan kader membangun komunikasi dengan masyarakat, menyerap persoalan di lapangan, serta memperjuangkan aspirasi rakyat.

Sebab, struktur yang besar tanpa kerja nyata berisiko hanya menjadi angka. Sementara itu, menjelang Pemilu 2029, partai dituntut mampu menerjemahkan kekuatan organisasi menjadi kepercayaan masyarakat.

Hasto mengingatkan, identitas PDIP sebagai partai yang solid tidak lahir dari slogan atau kebesaran elite, melainkan dari gerakan kader yang konsisten membela rakyat.

“Mengapa PDI Perjuangan dikenal sebagai partai yang solid? Sebab, oleh Bung Karno kita dilatih bahwa kita di antara kita adalah satu kekuatan progresif yang bergerak ke bawah memperkuat akar rumput, membela petani, nelayan, pedagang kaki lima. Itu napas PDI Perjuangan, membela rakyat yang diperlakukan tidak adil, saudara-saudara sekalian,” tutup Hasto.

Ketua DPC PDIP Rejang Lebong, Destiansyah, mengapresiasi kehadiran Hasto yang secara langsung mengukuhkan pengurus ranting di wilayahnya.

Menurut Destiansyah, kunjungan tersebut menjadi momentum istimewa karena untuk pertama kalinya pengukuhan pengurus ranting di Rejang Lebong dilakukan langsung oleh Sekjen DPP PDIP.

“Hari ini kita melaksanakan konsolidasi sekaligus pengukuhan pengurus ranting se-Kabupaten Rejang Lebong. Kami mengucapkan terima kasih kepada Sekjen PDIP, Bapak Hasto Kristiyanto, yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri sekaligus mengukuhkan pengurus ranting di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Destiansyah berharap momentum ini mampu memperkuat soliditas kader sekaligus meningkatkan semangat organisasi dalam menghadapi agenda politik mendatang.

“Semoga ke depan para pengurus ranting dan pengurus DPC PDIP semakin kompak dan solid, khususnya untuk memenangkan kursi pada Pemilu 2029 mendatang,” katanya.

Ketua DPD PDIP Provinsi Bengkulu, Ir. Mian, juga menyebut kehadiran Hasto sebagai kebanggaan bagi seluruh kader di Bengkulu.

Ia menilai, pengukuhan tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen dan kebersamaan seluruh jajaran partai.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Hasto yang telah jauh-jauh datang ke Provinsi Bengkulu, khususnya Kabupaten Rejang Lebong, untuk mengukuhkan pengurus ranting,” ujarnya.

Mian menambahkan, kegiatan tersebut didukung melalui gotong royong lintas fraksi PDIP di Provinsi Bengkulu.

Konsolidasi ini turut dihadiri Ketua Bidang Kesehatan DPP PDIP Ribka Tjiptaning, Juru Bicara PDIP Muhammad Guntur Romli, Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Bengkulu Eko Kurnia Ningsih, serta Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Sonti Bakara.

Hadir pula Ketua DPD PDIP Provinsi Bengkulu Ir. Mian, Edwar Samsi, Fatrolazi, Ngadiono, Surya, S.T., Ketua DPC PDIP Rejang Lebong Destiansyah, dan jajaran pengurus partai lainnya.

Dengan konsolidasi ini, PDIP menegaskan arah gerak organisasi menuju Pemilu 2029. Namun, pesan Hasto menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh jajaran: jangan hanya sibuk mengurus struktur, jangan terjebak dalam kesombongan elite, dan jangan melupakan rakyat yang menjadi basis perjuangan partai.

Sebab, kekuatan politik sejatinya bukan hanya ditentukan oleh banyaknya pengurus yang dikukuhkan, melainkan sejauh mana kader mampu hadir, bekerja, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat di tengah persoalan nyata.(M.Harus ak)