KEDIRI KOTA – Mediainfopol.com
Polres Kediri Kota memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif melalui program Polisi Jogo Sekolah. Komitmen tersebut ditandai dengan upacara penyematan Polisi Jogo Sekolah yang dipimpin langsung Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., di halaman apel Mako Polres Kediri Kota, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 WIB tersebut diikuti pejabat utama (PJU) Polres Kediri Kota, para Kapolsek, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan guru dan siswa dari sejumlah sekolah di wilayah hukum Polres Kediri Kota.

Upacara ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, dan pelajar dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan pendidikan.

Rangkaian kegiatan ditandai dengan pembacaan Ikrar Pelajar Kota Kediri dan penyematan ban lengan Polisi Jogo Sekolah sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Dalam penekanannya, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto menyampaikan bahwa Polda Jawa Timur telah menginisiasi Satgas *Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah*. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan langkah preventif dan edukatif yang menyentuh langsung lingkungan sekolah.

Menurutnya, upaya menciptakan sekolah yang aman membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari kepolisian, tenaga pendidik, hingga para pelajar. Kolaborasi tersebut diperlukan agar potensi permasalahan di kalangan remaja dapat diketahui sejak dini dan ditangani secara tepat sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Kapolres menekankan pentingnya peran polisi pendamping kelas dan polisi pengawas sekolah untuk menjadi teladan sekaligus sahabat bagi para siswa.

Ia mengingatkan agar personel kepolisian membangun kedekatan dengan pelajar melalui pendekatan humanis, mendengarkan keluhan mereka, serta mengutamakan pencegahan terhadap berbagai potensi permasalahan di lingkungan pendidikan.

Selain peran kepolisian, Kapolres juga menegaskan pentingnya keterlibatan kepala sekolah dan guru bimbingan konseling (BK) dalam menjaga kondisi lingkungan pendidikan.

Kepala sekolah dan guru BK diharapkan mampu menjadi benteng moral bagi siswa sekaligus mitra strategis kepolisian dalam mengenali berbagai persoalan remaja. Melalui komunikasi dan koordinasi yang kuat, permasalahan yang muncul di sekolah diharapkan dapat diselesaikan secara persuasif dan mengedepankan pembinaan.

Kapolres juga memberikan perhatian khusus kepada para pelajar, terutama pengurus OSIS, agar mengambil peran sebagai agen perubahan atau *agent of change* dalam membangun budaya disiplin dan ketertiban di sekolah.

Para pelajar diharapkan mampu menjadi pelopor perilaku positif, saling mengingatkan, merangkul teman sebaya, serta turut menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan bebas dari berbagai bentuk gangguan.

Keterlibatan aktif siswa dinilai penting karena mereka merupakan bagian dari lingkungan sekolah yang dapat mengenali kondisi dan dinamika pergaulan sehari-hari.

Melalui program Polisi Jogo Sekolah, Polres Kediri Kota mendorong terbangunnya pola perlindungan pelajar yang mengedepankan pencegahan, edukasi, komunikasi, dan kerja sama lintas sektor.

Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui pendampingan dan pengawasan yang berkelanjutan, serta kepedulian bersama terhadap keselamatan dan perkembangan karakter peserta didik.

Dengan sinergi antara Polri, pihak sekolah, guru, dan pelajar, lingkungan pendidikan di wilayah hukum Polres Kediri Kota diharapkan semakin aman dan kondusif, sehingga para siswa dapat belajar, berkarya, dan meraih cita-cita tanpa rasa khawatir.

Polisi Jogo Sekolah menjadi wujud komitmen bersama bahwa menjaga generasi muda bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan upaya bersama demi masa depan bangsa.

By wahyu