BOJONEGORO — mediainfopol.com

Semangat kebersamaan dan antusiasme masyarakat mewarnai kegiatan jalan santai massal yang digelar Pemerintah Desa Mulyorejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (25/10/2026).

Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati halaman Balai Desa Mulyorejo sejak pukul 06.30 WIB, meski kegiatan baru dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB.

Di balik kemeriahan tersebut, sosok Kepala Desa Mulyorejo, H. Subekan, menjadi figur penting dalam menggerakkan partisipasi masyarakat. Melalui kegiatan yang menggabungkan hiburan rakyat, kepedulian sosial, pelestarian tradisi, dan nilai religius, Pemerintah Desa Mulyorejo berupaya menghadirkan perayaan yang tidak sekadar meriah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warganya.

Kegiatan ini dirangkai untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro, serta tradisi Sedekah Bumi. Seluruhnya dikemas dalam kegiatan jalan santai yang menjadi ruang perjumpaan warga sekaligus sarana mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat.

Antusiasme warga menjadi gambaran kuat bahwa kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat dapat membangun partisipasi secara luas. Salah satu daya tarik kegiatan ini adalah pemberian minyak goreng gratis sebanyak dua liter kepada setiap peserta yang mendaftar.

Di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus menjadi perhatian masyarakat, bantuan tersebut menjadi bentuk manfaat langsung yang dapat dirasakan warga. Jalan santai pun tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, melainkan juga momentum berbagi dan memperkuat kepedulian sosial.

Kepala Desa Mulyorejo, H. Subekan, menyampaikan apresiasinya atas sambutan masyarakat yang begitu tinggi.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Mereka datang dengan semangat dan kesadaran sendiri untuk mengikuti kegiatan ini. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ungkap H. Subekan.

Bagi H. Subekan, keberhasilan kegiatan desa bukan semata-mata diukur dari ramainya peserta, tetapi juga dari seberapa besar kegiatan tersebut mampu menghadirkan kebersamaan dan kebahagiaan bagi warga.

Kepemimpinan di tingkat desa memang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, ruang kebersamaan seperti ini memiliki arti penting: mempertemukan warga, membuka komunikasi, dan membangun rasa memiliki terhadap desa.

Kemeriahan semakin terasa ketika panitia menyiapkan sebanyak 126 hadiah undian atau doorprize. Berbagai perlengkapan rumah tangga disediakan, mulai dari karpet, setrika, kipas angin, hingga peralatan dapur yang bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari.

Menariknya, panitia tidak menjadikan satu hadiah utama sebagai pusat perhatian. Sebaliknya, hadiah disiapkan dalam jumlah yang cukup banyak agar kesempatan memperoleh hadiah dapat dirasakan oleh lebih banyak peserta.

Menurut H. Subekan, kegiatan semacam ini diharapkan mampu menghadirkan kegembiraan bersama, tanpa membatasi kemeriahan hanya pada segelintir orang.

“Yang terpenting adalah kebersamaan dan kebahagiaan masyarakat. Kami ingin warga bisa menikmati acara ini, berkumpul bersama, dan merasakan bahwa kegiatan desa merupakan milik kita semua,” ujarnya.

Suasana pengundian berlangsung meriah. Warga tampak memperhatikan nomor kupon masing-masing sambil menantikan hadiah yang dibagikan panitia. Momen sederhana tersebut menjadi bagian dari kegembiraan kolektif yang memperkuat suasana guyub rukun di Desa Mulyorejo.

Dangdut Rakyat hingga Sholawatan, Merawat Tradisi dan Religiusitas

Setelah menyusuri rute jalan santai, peserta disuguhi hiburan musik elektone dengan irama dangdut khas Jawa Timur. Warga menikmati suasana santai di halaman balai desa sembari menunggu pengundian doorprize.

Namun, rangkaian kegiatan tidak berhenti pada kemeriahan pagi hari. Pada malam harinya, acara dijadwalkan ditutup dengan sholawatan bersama, menghadirkan suasana religius sebagai penyeimbang hiburan rakyat.

Perpaduan olahraga, hiburan, tradisi, dan kegiatan keagamaan tersebut menunjukkan upaya pemerintah desa dalam menjaga kebersamaan masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan spiritual yang telah tumbuh di lingkungan warga.

Melalui rangkaian kegiatan ini, H. Subekan dan jajaran Pemerintah Desa Mulyorejo menghadirkan ruang partisipasi yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari kalangan muda hingga orang tua.

Kelancaran kegiatan juga didukung oleh koordinasi dan kerja sama berbagai unsur, termasuk jajaran TNI-Polri, Babinsa, Bhabinkamtibmas Kecamatan Balen, Karang Taruna, serta Linmas Desa Mulyorejo.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan warga selama kegiatan berlangsung.

Sinergi ini sekaligus memperlihatkan bahwa penyelenggaraan kegiatan masyarakat membutuhkan kerja bersama. Pemerintah desa menjadi penggerak, sementara unsur keamanan dan elemen masyarakat turut mendukung agar acara berjalan tertib dan lancar.

Bukan Sekadar Seremonial, tetapi Momentum Memperkuat Desa

Kegiatan jalan santai massal di Desa Mulyorejo menjadi contoh bagaimana sebuah perayaan dapat dikemas agar lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Selain menghadirkan hiburan dan olahraga, kegiatan tersebut juga memberikan manfaat langsung melalui pembagian minyak goreng dan penyediaan berbagai hadiah kebutuhan rumah tangga.

Bagi H. Subekan, kebersamaan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun desa. Hubungan yang harmonis antara pemerintah desa dan warga perlu terus dirawat melalui komunikasi, keterlibatan masyarakat, serta kegiatan yang memberikan ruang bagi semua kalangan.

Keberhasilan acara tentu tidak hanya bertumpu pada satu sosok, melainkan juga pada dukungan panitia, perangkat desa, unsur keamanan, pemuda, dan partisipasi masyarakat. Namun, arah kebijakan serta dorongan kepemimpinan kepala desa menjadi salah satu unsur penting dalam menyatukan berbagai elemen tersebut.

Menutup rangkaian kegiatan, H. Subekan berharap semangat kebersamaan yang tercipta tidak berhenti setelah acara selesai.

“Harapan kami, masyarakat Mulyorejo tetap guyub rukun, saling peduli, dan bersama-sama menjaga desa. Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana kita membangun kebersamaan dan kepedulian antarsesama,” tuturnya.

Jalan santai di Mulyorejo pun menjadi lebih dari sekadar agenda hiburan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat ikatan sosial, menumbuhkan rasa memiliki terhadap desa, dan menunjukkan bahwa pelayanan serta kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat dapat dimulai melalui langkah-langkah sederhana yang manfaatnya dirasakan bersama.

Mulyorejo bergerak bersama, masyarakat bergembira, dan semangat gotong royong tetap terjaga.

 

(Moh.Kanafi-mip)