Gus Bupati Jember Lewat Bunga Desaku Memperluas Program Layanan Publik Untuk Kesejahteraan Masyarakat

JEMBER, – Mediainfopol.com

Bupati Jember Sosialisasikan Program Gratis di Mayang
Ribuan guru ngaji dan pengurus pengajian diajak mendukung penyebarluasan layanan publik serta program kesejahteraan Pemerintah Kabupaten Jember.

Bupati jember Muhammad Fawait dalam Acara bunga desaku di Kecamatan Mayang.
Bupati jember Muhammad Fawait dalam Acara bunga desaku di Kecamatan Mayang.
Jember – Guru ngaji bukan hanya menjadi penerang dalam urusan keagamaan, tetapi juga dinilai sebagai jembatan penyampai informasi kepada masyarakat. Peran itulah yang ditekankan Bupati Jember Muhammad Fawait saat bertemu sekitar seribu guru ngaji dan perwakilan kelompok pengajian se-Kecamatan Mayang dalam kegiatan Program Bunga Desaku di halaman Kantor Kecamatan Mayang, Rabu (22/7/2026).

Pertemuan tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengenalkan berbagai program prioritas daerah kepada masyarakat melalui para tokoh agama. Selain dihadiri guru ngaji dan pengurus kelompok pengajian, kegiatan itu juga menjadi ruang dialog mengenai peningkatan pelayanan publik, jaminan sosial, hingga akses layanan kesehatan yang lebih mudah bagi warga Jember.

Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Fawait menjelaskan bahwa pelayanan administrasi kependudukan kini semakin dekat dengan masyarakat. Warga dapat mengurus pembuatan KTP elektronik di kantor kecamatan tanpa dipungut biaya karena ketersediaan blanko telah mencukupi. Selain itu, pelayanan penerbitan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, serta akta kematian juga telah tersedia di tingkat kecamatan sehingga masyarakat tidak perlu datang ke kantor kabupaten.

“Kalau masih ada pelayanan yang ruwet, silakan laporkan melalui layanan Wadul Gus’e di nomor WhatsApp 0811-3031-1188,” ujar Muhammad Fawait.

Ia menambahkan, khusus layanan perubahan status administrasi kependudukan tetap dilakukan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember. Namun, bagi masyarakat yang sedang sakit atau memiliki keterbatasan mobilitas, Dispendukcapil telah menyiapkan layanan jemput bola yang dapat dikoordinasikan melalui pemerintah kecamatan.

Dalam kesempatan itu, Fawait juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi para guru ngaji dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jember telah mencairkan honor guru ngaji sebelum Hari Raya Idulfitri sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

Selain honor, pemerintah daerah juga memberikan perlindungan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para guru ngaji. Tidak hanya itu, anak-anak guru ngaji juga memperoleh jalur khusus dalam program beasiswa mahasiswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan bagi keluarga mereka.

Bupati kemudian mengajak seluruh guru ngaji dan pengurus kelompok pengajian untuk turut menyampaikan informasi mengenai berbagai layanan kesehatan gratis kepada masyarakat.

“Sekarang masyarakat yang ber-KTP Jember dapat berobat gratis di seluruh rumah sakit di Indonesia. Pelayanannya tidak dibedakan dengan pasien umum, termasuk obat-obatannya,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember akan meluncurkan program Home Care pada 24 Juli 2026. Program tersebut dirancang untuk menghadirkan layanan kesehatan jemput bola bagi warga yang membutuhkan penanganan medis di rumah, sehingga akses pelayanan kesehatan menjadi semakin mudah, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk datang ke fasilitas kesehatan.

Menurut Fawait, pertemuan bersama guru ngaji dan pengurus kelompok pengajian memiliki dua tujuan utama. Selain mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat penyebarluasan informasi mengenai program-program pembangunan melalui tokoh-tokoh yang selama ini memiliki kedekatan dengan warga.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Jember saat ini telah mendata sekitar 7.000 ketua kelompok pengajian di berbagai wilayah. Pemerintah berencana mencairkan honor bagi para ketua kelompok pengajian tersebut pada September 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui sinergi dengan guru ngaji dan kelompok pengajian, Pemerintah Kabupaten Jember berharap berbagai program pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan dapat diketahui lebih luas oleh masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata hingga tingkat desa.

 

 

(Nurdiansyah)