BOJONEGORO, mediainfopol.com
Suasana malam menyambut 1 Muharram 1448 Hijriyah terasa berbeda di sebuah warung kopi legendaris Desa Pacing, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro. Warung yang akrab disebut “Warung Kopi Gendut” tersebut menggelar tradisi buka tumpeng bersama pelanggan setianya.Senin 15/06/2026
Momen sederhana namun penuh kebersamaan itu semakin meriah ketika tiga pelanggan yang dikenal sebagai “Trio Duda” yakni Megik, Tambir, dan Trisno hadir menikmati hidangan tumpeng bersama.
Ketiganya merupakan pelanggan yang sudah akrab dengan pemilik warung. Siang hingga malam, warung kopi Gendut menjadi tempat berkumpul, berbincang, dan menjalin silaturahmi warga sekitar.
Saat menikmati tumpeng, obrolan khas warga Desa Pacing pun terdengar penuh canda.
“Wareki gik…” ucap Tambir sambil mengajak menikmati hidangan. Megik pun menjawab, “Iyo mber, pas aku mau durung maem kok.”
Sementara Trisno mengajak menikmati masakan yang telah disiapkan.
“Lang ayo dinikmati, wareki. Enak kok masakane Gendut, ora gaweane kopi tok, masakane yo nikmat,” ujar Trisno dengan bahasa khas Desa Pacing.
Pemilik Warung Kopi Gendut juga menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan tersebut.

“Iyo lang, di entekno ambeng karo lawuhe sak onone ben rame warunge, karo buang sial. Mugo-mugo seng gawe tumpeng sehat, seng maem ambeng yo sehat,” ungkapnya.
Tradisi buka tumpeng di Warung Kopi Gendut ini bukan sekadar makan bersama, namun menjadi ajang mempererat persaudaraan dan menjaga budaya kebersamaan warga.
Warung kopi yang telah berdiri puluhan tahun itu dikenal masyarakat dari berbagai wilayah sekitar sebagai tempat yang nyaman, ramah, dan memiliki cita rasa masakan yang selalu dirindukan para pelanggan.
(Moh.Kanafi-mip.com)