Dari Seremonial Fenomenal ke Kompetisi, Piala Bupati Jember 2026 Ditutup the Next go to 2027

JEMBER — Mediainfopol.com

Dari seremonial pembukaan yang fenomenal hingga kompetisi yang bergulir selama empat hari, Kejuaraan Atletik Piala Bupati Jember 2026 resmi ditutup pada Kamis (5/11/2026) di Jember Sport Garden (JSG), Kecamatan Ajung.

Penutupan dilakukan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) yang diwakili Sekretaris Dinas (Sekdin) bersama Ketua KONI Jember, Ervan Friambodo beserta staf. Acara ditandai dengan penyerahan medali kepada para juara dari kategori mahasiswa, santri, dan umum.

Kejuaraan yang berlangsung 2–5 November 2026 ini diikuti hampir 2.000 peserta dari berbagai jenjang: SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, MA, mahasiswa, santri, hingga kategori umum. Jumlah tersebut menegaskan antusiasme besar terhadap kebangkitan atletik di Jember.

Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi sarana seleksi awal Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jember untuk mempersiapkan kontingen menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 di Surabaya.

Jember Baru, Jember Maju: PASI Bangkit Setelah Delapan Tahun Vakum

Ketua PASI Jember, Achmadi Wijaya, S.Pd., M.M., menyebut kejuaraan ini sebagai titik balik atletik Jember setelah hampir delapan tahun vakum.

“Alhamdulillah, pelaksanaan sukses dan aman, walaupun masih banyak kekurangan. Kami mohon maaf kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan menuju JSG, karena terjadi kemacetan panjang saat pembukaan,” ujar Achmadi.

Ke depan, PASI tetap fokus menghidupkan kembali pembinaan sejak usia dini, sekaligus memberi panggung bagi atlet-atlet potensial untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Pembukaan Fenomenal: Dangdut, Barongsai, dan Ribuan Merpati

Pembukaan kejuaraan menjadi magnet tersendiri. Panitia sengaja mengemasnya sebagai pesta rakyat agar peserta dan penonton benar-benar terhibur.

Suasana semakin hidup dengan penampilan musik dangdut tunggal yang dibawakan biduan, pertunjukan seni budaya barongsai oleh adik-adik pegiat seni, hingga pelepasan ribuan burung merpati dalam tradisi _tota’an dereh_ yang menjadi ciri khas masyarakat Jember.

Tidak hanya itu, panitia juga menyiapkan doorprize bagi penonton sekaligus peserta pemilik merpati yang mengikuti prosesi pelepasan tersebut.

“Tujuannya supaya peserta merasa terhibur dan senang. Insyaallah tahun depan kami buat event yang lebih meriah lagi,” kata Achmadi.

Juga menambahkan terimakasih kepada pihak pihak yang terlibat mensupport kegiatan ini terutama Disporabudpar dan KONI Jember dan panitia pelaksana,

Dampak Ekonomi dan Janji Bonus Porprov

Kehadiran ribuan peserta, pendamping, dan penonton turut menggerakkan ekonomi lokal. Pelaku UMKM di sekitar JSG, terutama pedagang makanan dan minuman, merasakan peningkatan omzet selama kejuaraan berlangsung.

Ketua KONI Jember, Ervan Friambodo, mengingatkan para juara agar tidak cepat puas diri. Ia meminta mereka menjaga kondisi fisik dan terus berlatih.

“Selamat kepada para juara. Terus berjuang karena tahun depan masih ada event yang lebih besar, yaitu Porprov 2027. Harapan saya, para juara ini bisa menyumbangkan medali bagi Kabupaten Jember,” ujarnya.

Ervan juga menyampaikan janji Bupati Jember Muhammad Fawait: bonus Rp50 juta bagi peraih medali emas di Porprov 2027, ditambah beasiswa pendidikan bagi mahasiswa berprestasi.

Dengan berakhirnya kejuaraan ini, PASI, KONI Jember, dan Disporabudpar berharap pembinaan atletik semakin terstruktur. Ribuan peserta yang terlibat menjadi modal penting untuk menemukan talenta baru yang mampu mengharumkan nama Jember di level regional hingga nasional.

 

 

(Nurdiansyah)