Negara Hadir Untuk Pendidikan : SDN Banjarsengon 02 Jember Bertransformasi Melalui Program Revitalisasi APBN 2026
JEMBER – Mediainfopol.com
Jika dulu dindingnya kusam, lantainya retak, dan perpustakaan terasa sumpek, kini semuanya berubah. SDN Banjarsengon 02, Kabupaten Jember, kini tampil dengan wajah baru yang lebih megah, nyaman, dan membanggakan.
Sekolah ini menjadi salah satu penerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari APBN Tahun 2026 dengan total anggaran Rp 847.410.000. Sebuah kado istimewa dari negara untuk masa depan anak-anak Jember.
Dan yang paling mengharukan, program ini disambut positif, bahkan dengan rasa syukur mendalam oleh Kepala Sekolah, para guru, wali murid, dan seluruh masyarakat sekitar.
DARI SEKOLAH YANG LELAH MENJADI SEKOLAH YANG BERSINAR
Kepala SDN Banjarsengon 02, Hendah Kartika Sari S.Pd,M.pd tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Menurutnya, anggaran tersebut dimanfaatkan 100% sesuai RAB dengan prinsip transparan, akuntabel, dan gotong royong.
“Alhamdulillah, ini adalah mimpi kami selama bertahun-tahun. Anggaran ini kami kelola semaksimal mungkin untuk anak-anak. Dulu ruang kelas kami kurang layak, sekarang anak-anak bisa belajar dengan nyaman, terang, dan penuh semangat,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, Jumat (17/10/2026).
Revitalisasi ini bukan sekadar cat ulang. Ini adalah transformasi total:
DELAPAN TITIK PEMBANGUNAN SEKALIGUS:
– 6 Ruang Kelas direhab total – dari lantai, dinding, plafon, hingga jendela kini baru
– 1 Ruang Administrasi / Kantor Guru – kini lebih representatif untuk pelayanan
– 1 Ruang Perpustakaan – yang dulu sepi, kini disulap menjadi taman literasi yang nyaman untuk menumbuhkan minat baca
– Pagar Belakang Sekolah 64 Meter – untuk keamanan dan penataan lingkungan
– 4 Kamar Mandi – kini bersih, sehat, dan layak untuk anak-anak
“Perpustakaan kami siapkan bukan hanya untuk baca, tapi untuk menumbuhkan kebiasaan dan cinta belajar. Toilet yang bersih adalah hak dasar anak untuk hidup sehat di sekolah,” tegasnya.
PEMBANGUNAN YANG MENGHIDUPKAN EKONOMI WARGA
Yang membuat program ini istimewa, pembangunannya tidak mendatangkan pekerja dari luar kota. Semua tukang, kuli, dan tenaga kerja diambil dari warga sekitar SDN Banjarsengon 02.
“Prinsip kami, sekolah dibangun oleh warga, untuk warga. Jadi selain gedungnya bagus, ekonomi warga sekitar juga ikut terangkat. Ini adalah revitalisasi yang punya hati,” tambahnya.
Para wali murid pun mengaku lega dan bahagia. Jika dulu mereka was-was melepas anak ke sekolah dengan fasilitas terbatas, kini mereka bangga.
“Senang sekali, Pak. Sekarang anak saya makin semangat berangkat sekolah. Katanya sekolahnya sudah bagus seperti sekolah di kota. Terima kasih untuk pemerintah,” ujar salah satu wali murid dengan senyum lebar.
Kini, SDN Banjarsengon 02 sekolah yang lebih baik ini program nyata presiden yang telah menjadi simbol bahwa negara hadir, bahwa pendidikan adalah prioritas, dan bahwa dari desa, masa depan Indonesia yang cerdas sedang dibangun.
Dengan Rp 847.410.000, pemerintah tidak hanya membangun tembok dan atap, tetapi sedang membangun harapan, semangat, dan cita-cita ratusan anak bangsa di Banjarsengon.
(Nurdiansyah)