BENGKULU//Mediainfopol.com/Persoalan banjir yang selama ini menghantui kawasan Rawa Makmur, Kota Bengkulu, mulai mendapat penanganan serius. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan resmi memulai pekerjaan penanganan Jalan Rawa Makmur sepanjang 2 kilometer dengan anggaran sekitar Rp20 miliar.

Proyek ini bukan sekadar memperbaiki jalan rusak. Peninggian badan jalan, pelebaran ruas, hingga pembenahan drainase menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mengurangi genangan yang kerap mengganggu aktivitas warga, terutama saat musim hujan dan cuaca ekstrem.

Selama ini, banjir menjadi persoalan yang menghambat mobilitas masyarakat, bahkan berpotensi memutus akses menuju kawasan perkantoran Pemerintah Kota Bengkulu. Melalui proyek tersebut, Pemprov Bengkulu menargetkan akses jalan tetap dapat digunakan ketika banjir melanda.

Mengawali pekerjaan melalui kegiatan titik nol, Helmi Hasan didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Bengkulu.

“Bismillahirrahmanirrahim, pekerjaan Jalan Rawa Makmur ini kita mulai,” kata Helmi.

Pekerjaan membentang dari depan Gang Tanggul, Jalan Rawa Makmur, tepatnya setelah kawasan Jembatan Kembar, hingga SPBU Rawa Makmur.

Dengan anggaran sekitar Rp20 miliar, proyek ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sebab, persoalan Rawa Makmur bukan hanya menyangkut kondisi badan jalan, melainkan juga kemampuan drainase mengalirkan air agar genangan tidak terus berulang.

Karena itu, peninggian dan pelebaran jalan harus berjalan seiring dengan pembenahan saluran air. Tanpa penanganan drainase yang memadai, perbaikan jalan berisiko belum sepenuhnya menjawab persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Helmi menegaskan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Bengkulu melalui program Bantu Rakyat. Ia juga meminta masyarakat tidak sekadar menjadi penerima manfaat, tetapi ikut mengawasi jalannya pekerjaan.

“Alhamdulillah, pekerjaan ini mulai berjalan. Saya minta tolong kepada masyarakat untuk ikut mengawasi. Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan baik. Ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui program Bantu Rakyat. Rakyat ingin jalan mulus dan drainase bagus, inilah yang kita bangun untuk rakyat,” ujarnya.

Pesan pengawasan itu menjadi penting agar proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut benar-benar dikerjakan sesuai perencanaan, memenuhi standar kualitas, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Helmi menegaskan, peninggian dan pelebaran jalan diharapkan menjadi solusi untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus menjaga akses menuju kawasan perkantoran Pemerintah Kota Bengkulu saat banjir terjadi.

“Jalan ini ditinggikan dan diperbaiki sehingga tidak ada lagi cerita perkantoran Pemerintah Kota maupun warga Rawa Makmur terisolasi saat banjir,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan keberhasilan proyek bukan hanya pada selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga pada kemampuannya mengurangi dampak banjir yang selama ini mengganggu kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu Tejo Suroso menyatakan optimistis pekerjaan penanganan Jalan Rawa Makmur dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.

“InsyãAllah, perbaikan jalan ini selesai sesuai target sehingga masyarakat bisa menerima manfaatnya,” ujarnya.

Kini, masyarakat menantikan realisasi janji tersebut. Dengan anggaran sekitar Rp20 miliar, keberhasilan proyek akan dinilai bukan semata dari jalan yang lebih tinggi dan mulus, melainkan juga dari efektivitas drainase serta berkurangnya genangan ketika hujan deras mengguyur kawasan Rawa Makmur.

Pada akhirnya, pembangunan ini harus menjawab persoalan yang paling dirasakan warga: akses tetap lancar, aktivitas tidak lumpuh, dan banjir tidak lagi membuat masyarakat maupun kawasan perkantoran terisolasi.(M.Harus ak)