KEDIRI – mediainfopol.com — Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak cukup hanya dengan patroli. Mendengar langsung suara warga, menyerap aspirasi, serta membangun kepercayaan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Pendekatan tersebut dilakukan Kapolsek Tarokan Polres Kediri Kota, AKP Priyo Hadistyo, S.H., saat menyambangi warga di Dukuh Karanglo, Dusun Pilangbango, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Sabtu (3/10/2026) malam.
Menariknya, kegiatan tersebut berlangsung di sebuah warung sederhana yang dikenal masyarakat sekitar dengan sebutan “Warung Jambret”. Nama tersebut bukan berkaitan dengan tindak kriminal, melainkan merupakan sebutan yang telah melekat pada warung milik Pak Jam.
Didampingi Kanit Intel IPTU Dian Eko Cahyono, AKP Priyo memanfaatkan suasana santai tersebut untuk berdialog langsung dengan masyarakat. Tidak sekadar menjalankan patroli Harkamtibmas, jajaran Polsek Tarokan juga membuka ruang komunikasi agar warga leluasa menyampaikan saran, masukan, keluhan maupun informasi mengenai kondisi lingkungan mereka.
Suasana dialog berlangsung cair dan penuh keakraban. Tidak ada sekat antara polisi dan masyarakat. Warga dapat berbicara secara langsung, sementara polisi memperoleh gambaran mengenai berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Bagi jajaran Polsek Tarokan, setiap informasi dari masyarakat memiliki arti penting. Sebab, warga merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi lingkungannya sehari-hari, termasuk berbagai potensi persoalan yang dapat berkembang menjadi gangguan Kamtibmas.
Terlebih, AKP Priyo Hadistyo masih tergolong baru beberapa bulan menjabat sebagai Kapolsek Tarokan. Karena itu, membangun komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu langkah untuk mengenali wilayah yang menjadi tanggung jawabnya secara lebih dekat.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Priyo menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah memberikan waktu dan kesempatan kepada jajaran Polsek Tarokan untuk bersilaturahmi.
«“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah memberikan waktu, tempat dan kesempatan kepada kami jajaran Polsek Tarokan untuk menyambung tali silaturahmi. Pertemuan seperti ini sangat penting bagi kami, karena kami bisa mendengar secara langsung saran dan masukan dari masyarakat,” ujar AKP Priyo.»
Menurutnya, mengenali sebuah wilayah tidak cukup hanya dengan memahami peta, batas administratif maupun data kependudukan. Polisi juga perlu memahami karakter masyarakat, kebiasaan sosial, kondisi geografis hingga berbagai potensi persoalan yang ada di masing-masing desa.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan dirinya terus mendorong kegiatan sambang dan komunikasi langsung dengan warga.
«“Saya masih baru beberapa bulan menjabat sebagai Kapolsek Tarokan. Tentunya saya sangat mengharapkan saran dan masukan dari warga, termasuk untuk mengenali karakter masyarakat dan kondisi geografis di masing-masing desa di wilayah Kecamatan Tarokan. Masyarakat tentu lebih mengetahui kondisi lingkungannya, sehingga masukan dari warga sangat berarti bagi kami,” lanjutnya.»
Ajak Warga Jadi Mitra Polisi
Pendekatan melalui sambang warga tersebut sejalan dengan arahan Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Tarokan, yang menempatkan komunikasi, kedekatan dan sinergi bersama masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga Kamtibmas.
Masyarakat, kata Kapolsek, bukan sekadar pihak yang membutuhkan pelayanan keamanan. Warga juga merupakan mitra kepolisian yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Warga yang setiap hari beraktivitas di lingkungannya tentu lebih mengetahui perkembangan situasi di sekitarnya. Karena itu, keterbukaan dalam menyampaikan informasi menjadi salah satu modal penting bagi kepolisian untuk melakukan langkah pencegahan sejak dini.
AKP Priyo pun mengajak masyarakat agar tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan persoalan maupun potensi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
“Mari kita sama-sama saling menjaga. Keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Kalau ada informasi, persoalan ataupun potensi gangguan Kamtibmas, silakan disampaikan. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa melakukan langkah pencegahan sejak dini,” pesannya.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Kamtibmas tidak hanya dibangun melalui patroli. Kehadiran polisi di lapangan memang penting, tetapi komunikasi yang terbuka dan hubungan yang baik dengan masyarakat juga menjadi bagian yang tidak kalah penting.
Dari Warung Sederhana, Bangun Kepercayaan
Sambang di “Warung Jambret” menjadi gambaran bahwa membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui forum resmi.
Tempat sederhana seperti warung warga pun dapat menjadi ruang untuk berdialog, bertukar informasi, sekaligus memahami persoalan lingkungan secara langsung.
Bagi AKP Priyo yang baru beberapa bulan memimpin Polsek Tarokan, masukan masyarakat menjadi bekal penting untuk mengenali wilayah tugasnya secara lebih utuh, desa demi desa dan lingkungan demi lingkungan.
Lebih dari sekadar agenda sambang, kegiatan tersebut menunjukkan pendekatan kepolisian yang mengedepankan kedekatan dengan masyarakat. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga berusaha hadir sebelum persoalan muncul.
Melalui silaturahmi yang terus dibangun, Polsek Tarokan berharap masyarakat semakin terbuka dalam menyampaikan informasi, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat sinergi dengan kepolisian.
Dari sebuah warung sederhana milik Pak Jam, tersampaikan pesan penting bahwa keamanan akan lebih kuat ketika polisi dan masyarakat berjalan beriringan.
Polisi hadir untuk mendengar, masyarakat ikut menjaga. Sebab, Kamtibmas bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama demi Tarokan yang aman, nyaman dan kondusif.
(Red/Wahyu)