MANADO – mediainfopol.com
Perjalanan hidup Kolonel Laut (P) Andreas Suko Riyanto, S.H., menjadi kisah tentang perjuangan panjang seorang anak dari keluarga sederhana hingga berhasil meniti karier di lingkungan TNI Angkatan Laut.

Putra almarhum Bapak Sriyanto, yang semasa hidup berprofesi sebagai sopir, tersebut kini resmi menyandang pangkat Kolonel TNI AL setelah sebelumnya berpangkat Letnan Kolonel (Letkol). Kenaikan pangkat itu berlangsung pada 1 Oktober 2026.

Andreas merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Ia berasal dari Dusun Katang, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Sejak kecil, Andreas tumbuh dalam keluarga sederhana. Perjuangan sang ayah sebagai seorang sopir menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan pendidikan Andreas hingga mampu mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit TNI Angkatan Laut.

Kini, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga. Terlebih, sang ayah telah berpulang sehingga tidak dapat menyaksikan secara langsung putranya mencapai pangkat Kolonel.

Meski demikian, perjuangan dan pengorbanan almarhum Sriyanto tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan Andreas. Dukungan dan doa sang ibu, Sukarmi, bersama keluarga, turut menjadi kekuatan dalam menjalani setiap tahapan pengabdiannya.

Dari 1.041 Bintara hingga Kolonel

Perjalanan Andreas menuju pangkat Kolonel bukanlah proses yang singkat. Karier militernya dimulai dari Bintara Milsuk XII/I tahun 1993, yang saat itu diikuti sebanyak 1.041 orang.

Menurut keterangan Andreas, dari 1.041 peserta tersebut, dirinya menjadi satu-satunya yang berhasil meniti karier hingga mencapai pangkat Kolonel TNI AL.

Pencapaian itu menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya. Dari titik awal sebagai Bintara, Andreas terus menjalani berbagai pendidikan dan penugasan yang membentuk pengalaman serta kemampuan militernya.

Perjalanan pendidikannya kemudian berlanjut dengan mengikuti Dikcapa Penerbang TNI AL tahun 1998. Setelah itu, berbagai pendidikan dan sekolah kedinasan dijalaninya sebagai bagian dari pengembangan kemampuan sekaligus perjalanan karier di lingkungan TNI AL.

Tahun demi tahun dilalui dengan berbagai penugasan. Pengalaman tersebut kemudian mengantarkan Andreas dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Laut.

Di antaranya, ia pernah dipercaya sebagai Pasops Satuan Udara Koarmada II, Komandan Puslat Penerbal, Wadan Kolat Penerbal, Pasops Satuan Udara Koarmada RI, hingga kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Kadispen Kodaeral VIII.

Rangkaian pendidikan dan penugasan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Andreas, dari seorang Bintara hingga akhirnya resmi menyandang pangkat Kolonel TNI AL.

Akrab dengan Insan Pers

Dalam Upacara Kenaikan Pangkat Periode 1 Oktober 2026 di Kodaeral VIII, Andreas juga terlihat akrab dengan para wartawan.

Sebagai Kadispen Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Andreas Suko Riyanto dikenal mudah bergaul dan komunikatif. Ia tidak segan berbincang maupun bercanda santai dengan awak media, termasuk dengan wartawan yang baru dikenalnya.

Sikap terbuka dan komunikatif tersebut menjadi bagian dari kesehariannya dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Dinas Penerangan, khususnya dalam membangun komunikasi dengan insan pers.

Di balik pangkat Kolonel yang kini disandangnya, terdapat tanggung jawab dan amanah yang semakin besar. Bagi Andreas, perjalanan karier tersebut bukan semata-mata tentang pangkat, tetapi juga tentang pengabdian dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas kepada TNI Angkatan Laut, bangsa, dan negara.

Kebanggaan Keluarga

Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, pencapaian Andreas tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga.

Berangkat dari kehidupan sederhana dengan ayah yang berprofesi sebagai sopir, Andreas mampu meniti karier dari bawah hingga mencapai pangkat Kolonel TNI AL.

Perjalanan tersebut menjadi gambaran tentang panjangnya proses yang harus dilalui untukmencapai sebuah cita-cita. Pendidikan, ketekunan, pengalaman, disiplin, doa, serta dukungan keluarga menjadi bagian dari perjalanan hidup Andreas.

Bagi keluarga, keberhasilan Andreas juga menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum Bapak Sriyanto, sosok ayah yang semasa hidupnya berjuang sebagai seorang sopir demi memenuhi kebutuhan keluarga dan memberikan masa depan terbaik bagi anak-anaknya.

Kini, dari Dusun Katang, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Andreas Suko Riyanto telah menapaki perjalanan panjang hingga menyandang pangkat Kolonel TNI AL.

Berawal dari Bintara Milsuk XII/I tahun 1993 yang diikuti 1.041 peserta, menurut keterangan Andreas, dirinya menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai pangkat Kolonel.

Kini ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kadispen Kodaeral VIII, membawa serta pengalaman panjang pengabdian dan perjalanan hidup dari keluarga sederhana hingga menjadi seorang perwira menengah TNI Angkatan Laut.

Sebuah perjalanan yang menjadi kebanggaan keluarga sekaligus catatan tersendiri dalam pengabdian seorang prajurit yang meniti karier dari bawah.
(Red/Whyu)

By wahyu