Bojonegoro, mediainfopol.com

Pemerintah Desa Pacing, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, mulai merealisasikan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di kawasan persawahan Jalan Mbah Bogo, RT 05, Kamis (16/7/2026). Infrastruktur tersebut dibangun sebagai upaya memperlancar mobilitas petani sekaligus memperkuat jalur distribusi hasil pertanian.

 

Pembangunan JUT ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya para petani yang selama ini mengandalkan akses jalan di area persawahan untuk mengangkut hasil panen dan kebutuhan pertanian

 

Kegiatan dimulainya pemasangan jalan tersebut dihadiri Kepala Desa Pacing, Sekretaris Desa, Kepala Dusun, jajaran perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta Ketua RT 05, H. Usman. Kehadiran unsur pemerintah desa dan masyarakat menunjukkan kuatnya sinergi dalam mendukung pembangunan berbasis kebutuhan warga.

Sebelum pekerjaan dimulai, Kepala Dusun setempat, Marwan, mengajak seluruh pihak untuk memanjatkan doa bersama yang dilanjutkan dengan tradisi makan bersama atau “ambeng”, sebuah kearifan lokal masyarakat Jawa yang masih dijaga hingga saat ini.

 

“Doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar agar pembangunan berjalan lancar, aman, dan membawa manfaat bagi masyarakat. Selain itu, kami juga ingin melestarikan tradisi yang sudah turun-temurun di lingkungan ini,” ujar Marwan.

 

Ia menambahkan, kawasan yang dikenal masyarakat sebagai Jalan Mbah Bogo memiliki nilai historis dan kerap dikaitkan dengan cerita yang berkembang di tengah warga. Karena itu, doa bersama menjadi simbol penghormatan terhadap adat sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

 

“Dengan mengawali pekerjaan dengan membaca Bismillah, kami berharap seluruh proses pembangunan diberikan kemudahan dan keselamatan,” imbuhnya.

 

Suasana guyub dan penuh kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Setelah doa bersama, warga dan para pekerja menikmati hidangan yang telah disiapkan sebelum memulai pemasangan jalan dari sisi timur lokasi.

 

Pembangunan Jalan Usaha Tani ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Desa Pacing dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pedesaan. Dengan akses yang lebih baik, diharapkan biaya distribusi hasil pertanian dapat ditekan, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan petani semakin terangkat.

 

Kekompakan antara pemerintah desa dan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih tumbuh kuat di Desa Pacing. Bagi warga, pembangunan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan yang telah terjalin dalam kehidupan sehari-hari.

 

(Moh.Kanafi-mip,com)