Osum Layangan dan Tradisi Sambitan di Persawahan Langitpun Penuh Dengan Warna-Warni Layangan.
Banyuwangi, – Mediainfopol.com
Tradisi sambitan layangan di area persawahan, di dusun setembel arah jalan ke leter S desa Gambiran, di banjiri ratusan penggemar dari berbagai pelosok wilayah kabupaten Banyuwangi.
“Salah satu yang ikut tradisi sambitan sebut saja (Depri) dari dusun Pekalongan desa Gambiran, tiap hari kita selalu ikut sambitan, sore hari. Setiap tradisi sambitan kita selalu bermodal layangan 20 hingga 50 biji layangan,”ujarnya

Dari orang tua hingga remaja dan anak-anak tumpah ruwah di area persawahan. Mereka juga selalu hati hati demi menjaga tanaman yang tumbuh di sekitar lokasi sambitan mulai pukul 15,00 wib hingga selesai.
Tak heran bila para penggemar layangan banyak juga yang harus di lakukan, terutama Senar: Menggunakan benang gelasan (benang yang dilapisi serbuk kaca/abrasif) juga biasanya untuk memutus senar lawan.

mereka juga tak tanggung- tanggung harus merogoh kantong isi dompet untuk modal membeli senar yang mana banyak dari pengunjung menjual belikan, dan sebatas hiburan di sore hari. Jumat 15/5/2026.
Tak lupa dari Tegal delimo hadir bersama rombongan (Rendy) menyampaikan, dari medsos kita tau dan datang langsung ikut tradisi sambitan, dan sudah tiga hari kita selalu standby by di area persawahan sini,” jelentrehnya
Para Pedagang makanan dan minuman mulai dari es, cilok, bakso, dan makanan ringan ikut meramaikan ajang tradisi sambitan,
(Siswanto)