PAN Jember Dukung Kelanjutan Program Bunga Desaku di Tengah Wacana Efisiensi Anggaran
Jember – Mediainfopol.com
Dukungan terhadap program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) terus mengalir di Kabupaten Jember. Kali ini, DPD PAN Jember menegaskan komitmennya agar program yang digagas oleh Muhammad Fawait tersebut tetap berjalan meskipun di tengah dorongan efisiensi anggaran.
Ketua DPD PAN Jember, Abdus Salam atau yang akrab disapa Cak Salam, menyampaikan bahwa program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menilai kehadiran langsung bupati di desa menjadi langkah efektif dalam mendengar kebutuhan warga secara langsung.
Menurutnya, Bunga Desaku bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang interaksi terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat. Dalam kegiatan itu, warga dapat menyampaikan berbagai aspirasi tanpa harus melalui prosedur birokrasi yang berbelit.
Cak Salam juga menyoroti keunikan program tersebut yang memungkinkan bupati bermalam di desa. Hal ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pemimpin daerah dalam memahami kondisi riil masyarakat hingga ke pelosok.
Ia menambahkan, keterlibatan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dalam program tersebut menjadi nilai tambah. Dengan kehadiran para pejabat teknis, berbagai persoalan masyarakat bisa langsung ditindaklanjuti di lapangan.
Selain itu, program ini dinilai mampu mendorong pemerataan pembangunan. Warga desa yang selama ini merasa jauh dari pusat pemerintahan kini memiliki akses lebih mudah untuk menyampaikan kebutuhan mereka, baik terkait infrastruktur maupun layanan publik.
Cak Salam juga menyinggung bahwa tidak semua masyarakat mampu mengakses layanan digital seperti kanal pengaduan “Wadul Gus’e”. Oleh karena itu, pendekatan langsung tetap dibutuhkan agar tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.
Tak hanya itu, dalam pelaksanaan program, pemerintah daerah juga memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada warga sekitar. Hal ini dinilai semakin memperkuat dampak positif dari kegiatan tersebut.
Di sisi lain, dukungan PAN ini muncul di tengah kritik dari PDI Perjuangan. Melalui Ketua DPC Jember, Widarto, partai tersebut mengusulkan agar program Bunga Desaku dihentikan demi efisiensi anggaran.
Widarto berpendapat bahwa interaksi antara bupati dan masyarakat dapat dialihkan melalui platform digital seperti media sosial. Menurutnya, cara tersebut dinilai lebih hemat biaya dan tetap efektif menjangkau masyarakat luas.
Meski demikian, sebagian masyarakat justru menilai interaksi langsung tetap memiliki keunggulan tersendiri. Seorang mahasiswa asal Jember menyebut bahwa kehadiran pemimpin di tengah masyarakat mampu menciptakan kedekatan emosional yang tidak dapat tergantikan oleh komunikasi virtual.
(Nurdiansyah)