Gus Fawait Tegaskan Desa Jadi Pusat Perputaran Ekonomi, ADD Dikembalikan dan MBG Dipastikan Serap Produk Lokal
Diskominfo Jember – Mediainfopol.com
Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi ekonomi desa melalui sinergi strategis dengan pemerintah pusat. Hal tersebut disampaikan Gus Fawait dalam Sosialisasi Pengawasan Pemerintahan Desa dan Dana Desa di Pendopo Wahyawibawagraha, jum (13/2/2026).
Di hadapan Wamendagri dan Komisi II DPR RI, Gus Fawait memaparkan potensi besar Jember yang terbentang dari garis pantai selatan terpanjang kedua di Jawa Timur hingga kawasan pegunungan di wilayah utara. Beragam komoditas ekspor lahir dari tanah Jember. Namun di balik potensi itu, ia berbicara terbuka tentang tantangan kemiskinan.

“Angka kemiskinan absolut kami nomor dua di Jawa Timur. Kemiskinan ekstrem tertinggi di Jawa Timur,” ungkapnya.
Menurut Gus Fawait, mayoritas kantong kemiskinan berada di desa-desa yang berbatasan dengan kebun, hutan, dan pesisir. Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat desa sebagai pusat perputaran ekonomi. “Kalau perputaran uang ada di desa, kami yakin kemiskinan akan menurun,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Jember akan mengembalikan dan memperkuat Alokasi Dana Desa (ADD) dalam Anggaran Perubahan 2026 agar kembali seperti semula. Langkah ini dimaksudkan untuk memberi ruang inovasi yang lebih luas bagi kepala desa dalam membangun wilayahnya.
Selain itu, Gus Fawait menyoroti peluang besar dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan potensi sekitar 300 ribu penerima manfaat di Jember, program tersebut diperkirakan mampu menggerakkan perputaran ekonomi hingga Rp4 triliun. “Tugas kita memastikan uang itu tidak keluar dari Jember,” ujarnya.
Pemkab Jember akan menerbitkan Surat Edaran yang mewajibkan bahan baku MBG berasal dari produk pertanian, peternakan, dan UMKM lokal. Lebih jauh, ia menggagas sinergi antara Koperasi Merah Putih dan distribusi MBG agar keduanya berjalan beriringan dan saling menguatkan.
Bersama BP Taskin, pemerintah daerah juga akan membina masyarakat miskin ekstrem untuk menjadi pemasok program MBG melalui pembentukan UMKM baru. Dengan skema tersebut, program nasional tidak hanya menjadi bantuan konsumsi, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya pelaku usaha baru dari kelompok rentan.
Melalui langkah-langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan bahwa desa bukan sekadar penerima anggaran, melainkan pusat pertumbuhan yang mampu menggerakkan ekonomi daerah. Dari desa, perputaran uang dijaga tetap hidup. Dari desa pula, upaya pengentasan kemiskinan dijalankan dengan lebih terarah dan berkelanjutan.
(Nurdiansyah)