Atlet Muaythai Jember Alami Cedera Parah di Final, Penyelenggaraan Kejuaraan Dipertanyakan
Jember – Mediainfopol.com
Seorang atlet Muaythai asal Kabupaten Jember mengalami cedera serius saat tampil di partai final sebuah kejuaraan. Insiden tersebut terjadi ketika pertandingan berlangsung ketat dan menjadi penentuan perebutan gelar juara. Selasa (27/1/2026)
Ketua Cabang Olahraga Muaythai Jember, Zamroni Ulfa ST, menyampaikan bahwa atlet Jember mengalami dislokasi siku saat berhadapan dengan atlet asal Semarang yang dikenal dengan julukan Rambo. Cedera itu membuat atlet tidak mampu melanjutkan pertandingan hingga akhir.

Menurut Zamroni, cedera yang dialami atlet tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga membuka berbagai persoalan yang dialami kontingen Jember selama mengikuti kejuaraan tersebut. Salah satu yang paling disorot adalah penanganan medis yang dinilai tidak berjalan cepat dan efektif.
Atlet yang cedera sempat tertahan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya akibat kendala administrasi BPJS Ketenagakerjaan. Proses yang berbelit membuat tindakan medis lanjutan tidak dapat segera dilakukan, meski kondisi atlet membutuhkan penanganan cepat.
Zamroni menilai situasi tersebut sangat mengkhawatirkan karena cedera dislokasi berisiko menimbulkan komplikasi apabila tidak segera ditangani. Kondisi ini menambah beban psikologis bagi atlet maupun tim pendamping yang mendampingi proses perawatan.
Selain persoalan medis, penyelenggaraan pertandingan juga dinilai kurang profesional, terutama dalam pengaturan jadwal dan bagan laga. Perubahan jadwal yang terjadi secara mendadak menyulitkan atlet dalam mengatur waktu istirahat dan menjaga kesiapan fisik.
Dalam proses evakuasi dan penanganan cedera, tim medis terpaksa menggunting pelindung siku atlet demi keselamatan. Namun tindakan tersebut justru menimbulkan polemik karena panitia meminta ganti rugi atas kerusakan alat pelindung tersebut.
Permasalahan lain yang turut dikeluhkan adalah ketidaksesuaian waktu pertandingan dengan jadwal resmi. Akibatnya, tim kontingen Jember harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi menuju lokasi pertandingan.
Meski menghadapi berbagai kendala, kontingen Muaythai Jember tetap mampu menorehkan prestasi. Dari dua atlet yang diturunkan, Jember berhasil membawa pulang satu medali emas dan satu medali perak.
“Ini sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan prestasi dan pembenahan penyelenggaraan kejuaraan ke depan. Semoga muaythai di Jember semakin maju, untuk ikut serta memeriahkan kejuaraan tingkat propinsi dan nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
(Nurdiansyah)