Audiensi RK Banyuwangi: Aekanu Hariyono Tekankan Keamanan Wisata hingga Homestay dan Transportasi

BANYUWANGI, – Mediainfopol.com

Tokoh Budayawan Osing Banyuwangi Aekanu Hariyono, yang juga pengurus Rumah Kebangsaan (RK) Banyuwangi bidang pelestarian adat dan seorang guide internasional, mendorong penguatan sistem pengamanan terpadu di seluruh sektor pariwisata Banyuwangi. Hal tersebut disampaikan saat audiensi bersama 22 pengurus Rumah Kebangsaan (RK) Banyuwangi yang dipimpin Hakim Said, S.H., dengan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., di Lounge Polresta Banyuwangi, Jumat (23/1/2026).

Dalam forum tersebut, Aekanu Hariyono menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan wisatawan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola destinasi, tetapi juga seluruh ekosistem pariwisata, mulai dari sektor transportasi, penginapan, pemandu wisata, hingga masyarakat sekitar.

“Sebenarnya tidak hanya destinasi wisata yang harus dijaga, tetapi juga seluruh jalur yang dilewati wisatawan, termasuk peran transportasi seperti sopir, Grab, dan layanan lainnya, tempat wisatawan menginap seperti homestay dan hotel, hingga para pemandu wisata. Semua harus ikut menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan demi nama baik pariwisata Banyuwangi,” tegas Aekanu Hariyono.

Budayawan Osing yang telah berulang kali diundang Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka serta sudah melamglang di dunia internasional sebagai Guide ini juga menekankan pentingnya hospitality berbasis budaya lokal, khususnya melalui atraksi seni, tradisi, dan pakaian adat Osing sebagai daya tarik utama wisata.

“Atraksi budaya, tradisi Osing, hingga pakaian adat merupakan kekhasan Banyuwangi yang sangat diminati wisatawan. Semua elemen harus menunjukkan keramahan, agar wisatawan merasa aman, nyaman, dan membawa kesan positif tentang Banyuwangi ke tingkat nasional maupun internasional,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan menyatakan komitmennya untuk memperkuat pengamanan objek wisata melalui peran Satuan Pengamanan Objek Vital (Satpamobvit) Polresta Banyuwangi, serta sinergi lintas sektor.

“Kami siap memperkuat pengamanan di seluruh objek wisata Banyuwangi melalui Satpamobvit, termasuk penguatan patroli dan koordinasi dengan pelaku pariwisata. Keamanan wisata adalah bagian dari pelayanan publik dan strategi menjaga citra Banyuwangi,” ujar Kombes Pol Rofiq.

Ia menegaskan bahwa Polresta Banyuwangi akan terus mendorong pendekatan humanis, preventif, dan kolaboratif demi mendukung Banyuwangi sebagai destinasi wisata unggulan nasional dan internasional.

Sementara itu, Ketua Rumah Kebangsaan (RK) Banyuwangi, Hakim Said, S.H., menegaskan bahwa aspirasi Aekanu Hariyono mencerminkan kepedulian strategis terhadap masa depan pariwisata dan kebudayaan Banyuwangi.

“Apa yang disampaikan Kang Aekanu sangat fundamental. Rumah Kebangsaan (RK) Banyuwangi memandang pariwisata bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga marwah budaya dan nama baik daerah. Karena itu, sinergi antara budayawan, pelaku wisata, dan kepolisian harus terus diperkuat,” tegas Hakim Said.

Ia menambahkan, RK Banyuwangi siap menjadi jembatan kolaborasi antara kepolisian, pelaku pariwisata, tokoh budaya, dan masyarakat, guna mewujudkan Banyuwangi yang aman, ramah, berbudaya, dan berdaya saing global.

Audiensi tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk membangun sistem pengamanan pariwisata terpadu, berbasis budaya, hospitality, dan sinergi lintas sektor, sebagai fondasi menjadikan Banyuwangi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelas dunia.

 

 

 

(Siswanto)