KONI Jember Monitoring Turun Langsung ke Cabor Dance sport Pantau Atlit potensi yang Berprestasi
JEMBER – Mediainfopol.com
Dalam kegiatan hari ini kunjungan monitoring evaluasi KONI Jember turun langsung melihat latihan cabang olahraga dancesport di Kabupaten Jember terasa berbeda. Sejak pukul 09.00 WIB, perhatian tertuju pada kehadiran jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember yang melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap perkembangan cabang olahraga yang kerap identik dengan irama, keluwesan, dan disiplin tinggi tersebut. Jumat (16/1/2026),
Dipimpin langsung Sekretaris Umum KONI Jember, Panca Hidayat, beserta jajaran pengurus, kegiatan monitoring ini menjadi ruang dialog sekaligus upaya menggali lebih dalam potensi atlet-atlet dancesport Jember. Dancesport sendiri berada di bawah naungan Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI), induk organisasi resmi olahraga dansa kompetitif di Indonesia yang berafiliasi dengan KONI.

Dalam sesi pemantauan, pengurus KONI tidak sekadar melihat aktivitas latihan, tetapi juga mendengarkan paparan kondisi riil cabang olahraga tersebut. Fokus utama monev adalah pemetaan potensi atlet, kesiapan pembinaan, serta peluang prestasi yang bisa diraih, baik di level lokal, regional, hingga nasional.
“Kami ingin mendapatkan gambaran utuh. Dancesport punya potensi besar jika dibina dengan serius dan berkelanjutan,” ujar Panca Hidayat di sela-sela kegiatan. Ia menegaskan, harapan besar KONI Jember adalah agar cabang olahraga dancesport mampu menyumbangkan prestasi dan mengharumkan nama daerah dalam berbagai kejuaraan.
Ketua Pengurus Dancesport Jember, Silva Dwi Lestari, menyambut baik kehadiran KONI Jember. Menurutnya, perhatian dan dukungan menjadi modal penting bagi perkembangan atlet. Namun, ia juga secara terbuka menyampaikan tantangan yang dihadapi, khususnya terkait fasilitas latihan.
“Kami sangat berharap pemerintah daerah melalui KONI Jember bisa memberikan support yang lebih besar, terutama penyediaan fasilitas latihan yang memadai untuk dancesport,” ungkap Silva. Ia menilai, fasilitas yang layak akan sangat berpengaruh terhadap kualitas latihan dan kesiapan atlet menghadapi kompetisi.
Menanggapi hal tersebut, Panca Hidayat mengakui bahwa keterbatasan fasilitas bukan hanya dialami oleh dancesport, melainkan hampir seluruh cabang olahraga di bawah naungan KONI Jember. Meski demikian, ia menegaskan bahwa KONI tidak tinggal diam.
“Keterbatasan ini menjadi pekerjaan rumah bersama. KONI Jember terus berupaya mencarikan solusi agar fasilitas yang ada bisa dimanfaatkan oleh cabang-cabang olahraga, termasuk dancesport,” tegasnya.
Tak hanya dari pengurus, masukan juga datang dari para wali atlet yang hadir. Mereka menyampaikan harapan agar pembinaan atlet dilakukan secara konsisten, dengan dukungan sarana, jadwal latihan yang teratur, serta perhatian berkelanjutan dari pemangku kebijakan.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini berlangsung hingga pukul 10.30 WIB dan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mendorong kemajuan dancesport Jember. Dari lantai dansa yang sederhana, harapan besar dititipkan bahwa suatu hari nanti, atlet-atlet dancesport Jember mampu menari di panggung prestasi, membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi.
(Nurdiansyah)