BENGKULU UTARA//Mediainfopol.com/ Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, meninjau progres pekerjaan peningkatan ruas jalan Tanjung Alai, Kecamatan Napal Putih, menuju Bukit Indah, Kecamatan Ketahun, sepanjang 33 kilometer, Senin (24/11). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kualitas pembangunan berjalan sesuai rencana serta menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang lebih layak.

Saat melintas di lokasi, Wagub yang mengenakan baju putih dan topi hitam itu disambut ucapan terima kasih dari warga maupun pengendara. Kondisi jalan yang kini jauh lebih mulus dinilai membawa manfaat langsung bagi aktivitas sehari-hari.

“Jalannya bagus, Pak Mian. Terima kasih. Kalau dulu banyak yang berlubang,” ujar Pardi, seorang pengendara yang mengaku rutin melewati jalur tersebut.

Selain memantau ruas utama, Mian turut meninjau kondisi jalan Bukit Indah–Ketahun serta memastikan perbaikan di beberapa titik di Desa Tanjung Alai. Pada kesempatan itu, ia juga menyambangi kediaman seorang tokoh masyarakat untuk berdialog mengenai perkembangan pembangunan.

Tokoh masyarakat Desa Tanjung Alai, Doni Asikin, menyampaikan apresiasi atas terealisasinya perbaikan jalan yang sebelumnya telah ia usulkan bersama warga Napal Putih.

“Tidak ada niat saya mencari pujian. Ini murni keluhan masyarakat. Alhamdulillah, Pak Wagub sudah mengabulkan permohonan kami,” ujarnya.

Wagub Mian menegaskan bahwa peningkatan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan ruas jalan provinsi merupakan prioritas yang terus didorong oleh kepemimpinan Helmi–Mian. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menyiapkan anggaran sekitar Rp600 miliar khusus untuk pembangunan dan peningkatan jaringan jalan provinsi.

“Kita diberi amanah untuk memprioritaskan pembangunan sesuai target Gubernur dan Wakil Gubernur, didukung seluruh jajaran. Jalan-jalan provinsi yang sebelumnya kemajuannya lambat ingin kita percepat. Tahun 2025, hampir Rp600 miliar dikucurkan untuk pembangunan, termasuk link Napal Putih sampai Bukit Indah,” kata Mian.

Masyarakat berharap proyek pembangunan jalan ini terus berlanjut agar mobilitas warga semakin mudah, distribusi barang dan jasa semakin lancar, dan perekonomian wilayah kian berkembang.
(M.Harus ak)

You missed

Kepala BKN ke Jember, Apresiasi Kebijakan Pengangkatan Ribuan PPPK Diskominfo Jember – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang berani mengambil langkah strategis dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan olahraga bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, yang digelar di Alun-Alun Nusantara Jember, Jumat (9/1/2026). Kehadiran Kepala BKN Pusat di Jember menjadi penanda penting sekaligus pengakuan nasional atas kebijakan progresif Pemkab Jember dalam memperjuangkan kepastian status pegawai, khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu. Jember tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah pengangkatan P3K paruh waktu terbesar di Indonesia, mencapai sekitar 8.000 orang. Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa kunjungan Kepala BKN ke Jember merupakan bentuk apresiasi sekaligus penguatan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah. “Alhamdulillah hari ini kita kedatangan tamu Kepala BKN Pusat. Beliau datang ke Jember sebagai bentuk komitmen dan apresiasi karena Jember hari ini memperjuangkan nasib PPPK dan PPPK paruh waktu terbesar di Indonesia,” ujar Gus Fawait. Ia mengakui bahwa pengangkatan ribuan PPPK berdampak signifikan terhadap kondisi fiskal daerah. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Jember bersama DPRD sepakat bahwa kejelasan status pegawai yang telah mengabdi selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun adalah bentuk penghormatan terhadap pengabdian. Gus Fawait juga menegaskan kebijakan Pemkab Jember yang tetap mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dalam APBD Tahun Anggaran 2026. “Di saat pemerintah provinsi dan banyak kabupaten/kota lain melakukan penyesuaian bahkan pemotongan TPP, Jember memilih mempertahankan TPP. Ini berarti secara rasio APBD, Jember justru melakukan penguatan kesejahteraan ASN,” jelasnya. Kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan DPRD Jember dan diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga motivasi, integritas, serta kualitas pelayanan publik. “Sebagai bentuk komitmen, insya Allah ASN Jember akan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” imbuh Gus Fawait. Sementara itu, Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperjuangkan ASN dan P3K. “Pengangkatan PPPK penuh waktu dan paruh waktu di Jember berjalan sangat baik. Delapan ribu PPPK paruh waktu itu angka yang sangat besar, salah satu yang terbesar di Indonesia,” ujar Prof. Zudan. Ia menilai kebijakan Jember sebagai contoh konkret keberpihakan pemerintah daerah terhadap pengabdian pegawai, sekaligus bukti keseriusan kepala daerah dalam membangun birokrasi yang manusiawi. “Ini adalah wujud perjuangan luar biasa. Maka mari kita bantu Bupati dan Wakil Bupati Jember dengan cara meningkatkan kinerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya. Kegiatan olahraga bersama ini menjadi lebih dari sekadar agenda kebersamaan. Ia menjelma sebagai simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem kepegawaian yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada pengabdian. Melalui pengangkatan PPPK terbesar secara nasional, kebijakan mempertahankan TPP, serta penataan administrasi kepegawaian, Kabupaten Jember menegaskan diri sebagai daerah yang berani mengambil risiko fiskal demi kepastian status, martabat, dan masa depan para ASN.