KEDIRI KOTA – Mediainfopol.com
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. menghadiri Kegiatan Pembukaan Turnamen Basket Se-Kota Kediri dalam rangka “Walikota Cup 2025” yang digelar di GOR Surya Universitas Kadiri, pada hari Minggu, 5 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Kediri Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn. dan turut dihadiri oleh sejumlah pejabat serta tokoh olahraga, di antaranya Ketua Perbasi Provinsi Jawa Timur Ibu Grace Evi Ekawati, Ketua Disbudparpora Kota Kediri Bapak Bambang Priyambodo, S.H., M.M., Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Drs. Mandung Sulaksono, Kacabdin Wilayah Kediri diwakili Kasi SMK Bapak Purnomo, Ketua KONI Kota Kediri Bapak Eko Agus Koko, serta Ketua Perbasi Kota Kediri Bapak Andi Djunaedi.

Pembukaan turnamen berlangsung meriah dengan rangkaian acara di antaranya menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Patriot, doa bersama, serta sambutan dari berbagai pihak yang mendukung penuh pelaksanaan turnamen tersebut.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Edwin Priyajatmika menyampaikan bahwa turnamen tahun ini diikuti oleh 54 tim yang berasal dari jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan total 7 kategori pertandingan dan sekitar 100 pertandingan yang akan berlangsung mulai tanggal 2 hingga 29 Oktober 2025.

Ketua Perbasi Kota Kediri Andi Djunaedi menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Kediri yang terus memberikan perhatian terhadap pengembangan olahraga, khususnya bola basket. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Perbasi Provinsi Jawa Timur Grace Evi Ekawati, yang berharap kegiatan ini menjadi ajang pembinaan prestasi dan motivasi bagi para atlet muda untuk terus bersemangat menorehkan prestasi hingga tingkat nasional.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan hadiah sepatu Jackson kepada atlet Perbasi Kota Kediri oleh Ketua Perbasi Jatim, serta pemberian cinderamata oleh Walikota Kediri kepada atlet berprestasi.

Walikota Kediri Vinanda Prameswati dalam sambutannya mengatakan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana menumbuhkan semangat sportivitas dan memperkuat minat generasi muda terhadap olahraga bola basket.

“Kami berharap melalui turnamen ini akan lahir atlet-atlet muda yang berprestasi dan menjadi kebanggaan Kota Kediri. Jaga sportivitas dan saling menghormati antar sesama pemain,” ujar Walikota Kediri.

Kehadiran Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pengembangan minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga, sekaligus mempererat sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Turnamen Walikota Cup 2025 ini diharapkan dapat menjadi wadah positif bagi para pelajar dan atlet muda untuk menyalurkan energi, memperkuat semangat kompetitif, serta membangun karakter disiplin dan sportif di kalangan generasi penerus bangsa.

By wahyu

You missed

Kepala BKN ke Jember, Apresiasi Kebijakan Pengangkatan Ribuan PPPK Diskominfo Jember – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang berani mengambil langkah strategis dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan olahraga bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, yang digelar di Alun-Alun Nusantara Jember, Jumat (9/1/2026). Kehadiran Kepala BKN Pusat di Jember menjadi penanda penting sekaligus pengakuan nasional atas kebijakan progresif Pemkab Jember dalam memperjuangkan kepastian status pegawai, khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu. Jember tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah pengangkatan P3K paruh waktu terbesar di Indonesia, mencapai sekitar 8.000 orang. Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa kunjungan Kepala BKN ke Jember merupakan bentuk apresiasi sekaligus penguatan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah. “Alhamdulillah hari ini kita kedatangan tamu Kepala BKN Pusat. Beliau datang ke Jember sebagai bentuk komitmen dan apresiasi karena Jember hari ini memperjuangkan nasib PPPK dan PPPK paruh waktu terbesar di Indonesia,” ujar Gus Fawait. Ia mengakui bahwa pengangkatan ribuan PPPK berdampak signifikan terhadap kondisi fiskal daerah. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Jember bersama DPRD sepakat bahwa kejelasan status pegawai yang telah mengabdi selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun adalah bentuk penghormatan terhadap pengabdian. Gus Fawait juga menegaskan kebijakan Pemkab Jember yang tetap mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dalam APBD Tahun Anggaran 2026. “Di saat pemerintah provinsi dan banyak kabupaten/kota lain melakukan penyesuaian bahkan pemotongan TPP, Jember memilih mempertahankan TPP. Ini berarti secara rasio APBD, Jember justru melakukan penguatan kesejahteraan ASN,” jelasnya. Kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan DPRD Jember dan diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga motivasi, integritas, serta kualitas pelayanan publik. “Sebagai bentuk komitmen, insya Allah ASN Jember akan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” imbuh Gus Fawait. Sementara itu, Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperjuangkan ASN dan P3K. “Pengangkatan PPPK penuh waktu dan paruh waktu di Jember berjalan sangat baik. Delapan ribu PPPK paruh waktu itu angka yang sangat besar, salah satu yang terbesar di Indonesia,” ujar Prof. Zudan. Ia menilai kebijakan Jember sebagai contoh konkret keberpihakan pemerintah daerah terhadap pengabdian pegawai, sekaligus bukti keseriusan kepala daerah dalam membangun birokrasi yang manusiawi. “Ini adalah wujud perjuangan luar biasa. Maka mari kita bantu Bupati dan Wakil Bupati Jember dengan cara meningkatkan kinerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya. Kegiatan olahraga bersama ini menjadi lebih dari sekadar agenda kebersamaan. Ia menjelma sebagai simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem kepegawaian yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada pengabdian. Melalui pengangkatan PPPK terbesar secara nasional, kebijakan mempertahankan TPP, serta penataan administrasi kepegawaian, Kabupaten Jember menegaskan diri sebagai daerah yang berani mengambil risiko fiskal demi kepastian status, martabat, dan masa depan para ASN.