Polres Jember Tidak Segan – Segan Memberantas curanmor di wilayah kota Jember .

 

Jember – Mediainfopol.com

 

N N. Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali menjadi perhatian di Kabupaten Jember setelah aparat kepolisian berhasil mengungkap sindikat yang telah meresahkan masyarakat di beberapa kecamatan. Operasi gabungan antara Satreskrim Polres Jember dan beberapa Polsek berhasil membongkar jaringan pelaku curanmor lintas wilayah.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita sebanyak 23 unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil kejahatan para tersangka. Barang bukti tersebut menjadi kunci penting dalam mengungkap modus operandi dan jaringan yang selama ini sulit diungkap.

Tiga pelaku yang berhasil diringkus yakni YU (48) seorang petani dari Kecamatan Semboro, MG (35) seorang wiraswasta asal Tanggul, dan KAC (51) petani dari Kecamatan Sumberbaru. Ketiganya diduga telah lama menjalankan aksi curanmor secara terorganisir dan sistematis.

Kapolres Jember melalui Kasatreskrim menjelaskan bahwa para pelaku memiliki peran yang berbeda dalam jaringan ini. Ada yang bertindak sebagai eksekutor pencurian di lapangan dan ada pula yang berperan sebagai penadah sepeda motor curian.

Para tersangka kerap menyasar motor yang diparkir di tempat sepi seperti area persawahan. Mereka menggunakan alat khusus untuk merusak kunci kendaraan sebelum membawa kabur motor tersebut dengan cepat.

Motor hasil curian kemudian dijual dengan harga jauh di bawah nilai pasar. Beberapa kendaraan bahkan dimodifikasi agar sulit dikenali oleh korban maupun aparat penegak hukum, menunjukkan bahwa jaringan ini memiliki pengalaman dan strategi matang.

Dari hasil pemeriksaan, ketiga tersangka diketahui merupakan residivis yang sebelumnya pernah dihukum kasus serupa. Hal ini menegaskan bahwa mereka sudah terbiasa menjalankan kejahatan dengan pola yang terorganisir.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum terhadap pelaku akan dijalankan dengan tegas dan transparan. Ketiganya dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang dapat berujung pada hukuman penjara hingga sembilan tahun.

Polres Jember juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terutama saat memarkir kendaraan di tempat sepi. Penggunaan kunci ganda dan sistem keamanan tambahan sangat disarankan untuk mengurangi risiko pencurian.

Dengan penangkapan ini, aparat berharap bisa menekan angka kejahatan curanmor di wilayah Jember dan meningkatkan rasa aman masyarakat. Kepolisian juga mengajak warga untuk aktif melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Kapolres Jember AKBP Bobby menegaskan komitmen penuh pihaknya untuk terus melakukan penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan demi menjaga ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat.

 

 

(Nurdiansyah)

You missed

Kepala BKN ke Jember, Apresiasi Kebijakan Pengangkatan Ribuan PPPK Diskominfo Jember – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang berani mengambil langkah strategis dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan olahraga bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, yang digelar di Alun-Alun Nusantara Jember, Jumat (9/1/2026). Kehadiran Kepala BKN Pusat di Jember menjadi penanda penting sekaligus pengakuan nasional atas kebijakan progresif Pemkab Jember dalam memperjuangkan kepastian status pegawai, khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu. Jember tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah pengangkatan P3K paruh waktu terbesar di Indonesia, mencapai sekitar 8.000 orang. Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa kunjungan Kepala BKN ke Jember merupakan bentuk apresiasi sekaligus penguatan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah. “Alhamdulillah hari ini kita kedatangan tamu Kepala BKN Pusat. Beliau datang ke Jember sebagai bentuk komitmen dan apresiasi karena Jember hari ini memperjuangkan nasib PPPK dan PPPK paruh waktu terbesar di Indonesia,” ujar Gus Fawait. Ia mengakui bahwa pengangkatan ribuan PPPK berdampak signifikan terhadap kondisi fiskal daerah. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Jember bersama DPRD sepakat bahwa kejelasan status pegawai yang telah mengabdi selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun adalah bentuk penghormatan terhadap pengabdian. Gus Fawait juga menegaskan kebijakan Pemkab Jember yang tetap mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dalam APBD Tahun Anggaran 2026. “Di saat pemerintah provinsi dan banyak kabupaten/kota lain melakukan penyesuaian bahkan pemotongan TPP, Jember memilih mempertahankan TPP. Ini berarti secara rasio APBD, Jember justru melakukan penguatan kesejahteraan ASN,” jelasnya. Kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan DPRD Jember dan diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga motivasi, integritas, serta kualitas pelayanan publik. “Sebagai bentuk komitmen, insya Allah ASN Jember akan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” imbuh Gus Fawait. Sementara itu, Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperjuangkan ASN dan P3K. “Pengangkatan PPPK penuh waktu dan paruh waktu di Jember berjalan sangat baik. Delapan ribu PPPK paruh waktu itu angka yang sangat besar, salah satu yang terbesar di Indonesia,” ujar Prof. Zudan. Ia menilai kebijakan Jember sebagai contoh konkret keberpihakan pemerintah daerah terhadap pengabdian pegawai, sekaligus bukti keseriusan kepala daerah dalam membangun birokrasi yang manusiawi. “Ini adalah wujud perjuangan luar biasa. Maka mari kita bantu Bupati dan Wakil Bupati Jember dengan cara meningkatkan kinerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya. Kegiatan olahraga bersama ini menjadi lebih dari sekadar agenda kebersamaan. Ia menjelma sebagai simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem kepegawaian yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada pengabdian. Melalui pengangkatan PPPK terbesar secara nasional, kebijakan mempertahankan TPP, serta penataan administrasi kepegawaian, Kabupaten Jember menegaskan diri sebagai daerah yang berani mengambil risiko fiskal demi kepastian status, martabat, dan masa depan para ASN.