Jombang, 12 September 2025 — Program Makan Bergizi (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo membawa dampak positif bagi siswa-siswi SMP Negeri 2 Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Sejak digelar, program ini benar-benar dirasakan manfaatnya terutama bagi siswa yang sebagian besar berasal dari keluarga berpenghasilan rendah. Pada hari ke-5 pelaksanaan, awak media memantau para siswa tampak antusias dan gembira menikmati makan siang bergizi yang disediakan di sekolah.

Salah seorang siswa yang enggan disebut namanya menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Pak Presiden Prabowo karena memperhatikan kami dengan memberi makan siang seperti ini,” ujarnya.

Pihak sekolah pun menyambut baik program tersebut. Biasanya, para siswa baru bisa makan siang setelah pulang ke rumah dengan menu seadanya. Kini, mereka tidak perlu lagi khawatir karena sudah mendapat asupan bergizi di sekolah.

Kepala SMPN 2 Jogoroto, Edi Purnomo, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Kami pihak sekolah sangat bersyukur dengan adanya program MBG. Siswa sangat terbantu, karena kondisi ekonomi orang tua sebagian besar masih rendah. Program ini benar-benar meringankan beban orang tua sekaligus memastikan anak-anak tetap sehat dan bersemangat belajar,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa MBG membantu siswa lebih siap mengikuti proses belajar di sekolah. Dengan asupan gizi yang cukup, konsentrasi dan semangat belajar meningkat sepanjang aktivitas belajar dari pukul 07.00 hingga 15.00.

Pihak sekolah, guru, siswa, dan orang tua wali murid kompak menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas pelaksanaan program ini. Mereka berharap MBG dapat terus berjalan secara berkelanjutan, mengingat manfaatnya yang besar bagi siswa maupun orang tua.

“Kami yakin dengan adanya MBG, cita-cita pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dapat tercapai,” pungkas Kepala Sekolah.

By Man

You missed

Alternatif judul; 1. Puncak Arus Balik Ketapang 26–29 Maret, Pemudik Diimbau gAtur Waktu 2. Rakor Terhubung Kapolri, Banyuwangi Siapkan 16 Buffer Zone di Ketapang 3. Arus Balik Mulai Padat, Kapolda Tekankan Sinergi Pengamanan Jawa–Bali 4. Ketapang Siaga Arus Balik, Tiket Ferry Wajib via Ferizy 5. Lonjakan Pemudik Diprediksi Akhir Maret, Aparat Siaga Penuh BANYUWANGI, Arus balik Lebaran di Pelabuhan Ketapang mulai menunjukkan peningkatan sejak Senin (23/3/2026), terutama didominasi kendaraan roda dua. Puncak arus balik diprediksi terjadi pada 26–29 Maret 2026. Mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemkab Banyuwangi bersama TNI-Polri dan stakeholder menggelar rapat koordinasi di Posko ASDP Ketapang, Selasa (24/3/2026), yang juga terhubung secara daring dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Rakor dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Wakil Bupati Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, serta Forkopimda. Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.S.i, mengimbau pemudik untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan pada periode puncak. “Kami mengimbau pemudik bisa mengatur waktu perjalanan, termasuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere agar tidak menumpuk di puncak arus balik,” ujar Wabup Mujiono. Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kelancaran arus balik di jalur strategis Jawa–Bali. “Koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh skenario pengamanan dan rekayasa lalu lintas berjalan optimal, sehingga arus balik tetap aman dan lancar,” tegas Irjen Pol Nanang Avianto. Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan menyebutkan, berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, termasuk penyediaan buffer zone di sejumlah titik. “Kami telah menyiapkan 16 titik buffer zone untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Selain itu, lokasi seperti RTK Tanjungwangi, Terminal Sri Tanjung, hingga Grand Watu Dodol juga difungsikan sebagai kantong parkir tambahan,” jelas Kombes Pol Rofiq, yang dikenal sebagai polisi santri. Ditambahkan Kapolresta Rofiq, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, SAR, relawan, dan stakeholder lainnya disiagakan penuh selama masa arus balik. “Seluruh personel kami siagakan untuk memastikan kelancaran dan keamanan pemudik di lintasan penyeberangan Jawa–Bali,” tambah pamen asal Magelang ini. Di sisi lain, Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menegaskan bahwa sistem pembelian tiket kini sepenuhnya dilakukan secara digital. “Tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Seluruh pengguna jasa wajib membeli tiket melalui aplikasi Ferizy yang sudah tersedia hingga H-60,” pungkasnya.