BANYUWANGI – Mediainfopol.com

Di penghujung akhir tahun, Klinik Dr. Didik Sulasmono (KDS) yang dipimpin oleh Direktur sekaligus Owner, BD. Diah Fitrianingsih, S.Keb, mengadakan kunjungan dan silaturahmi ke Panti Jompo Sahabat Lansia yang berlokasi di JL. Raya Srono, Dusun Mangunrejo, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Minggu 29 Desember 2024. Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap lansia yang membutuhkan perhatian khusus.

Dalam kunjungan tersebut, Diah bersama tim kesehatan Klinik Dr. Didik Sulasmono memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pembagian multivitamin kepada para penghuni panti. Kedatangan tim ini didampingi oleh Sekretaris Rumah Kebangsaan yang juga menjabat sebagai Seksi Kesehatan Panti Jompo Sahabat Lansia, Joko Setiono, S.Kep, Ners.

Tim disambut hangat oleh Ketua Panti Jompo, Sumiati, dan Wakil Ketua, Suratin. Tak berselang lama, Pimpinan Yayasan Sahabat Dhuafa, Sistim Indra Setiawan, bersama Bendahara Yayasan, Indah Purwaningrum, turut hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Sistim menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim Klinik KDS yang peduli terhadap para lansia di panti.

 

Diah Fitrianingsih mengungkapkan rasa senangnya dapat berinteraksi langsung dengan para penghuni panti dan memberikan pelayanan kesehatan. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan lansia, mengingat mereka rentan terhadap berbagai penyakit.

 

Selain memberikan layanan kesehatan secara langsung, Diah juga berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan pelayanan kesehatan di panti secara rutin setiap bulan, bekerja sama dengan Seksi Kesehatan Panti.

 

Di sisi lain, Ketua Yayasan Sahabat Dhuafa, Sistim Indra Setiawan, menginformasikan bahwa sebagian besar penghuni panti telah memiliki jaminan kesehatan BPJS. Namun, ia juga menegaskan komitmen yayasan untuk memastikan semua penghuni panti terdaftar dalam program BPJS Kesehatan di masa depan.

 

Ketua Panti Jompo, Sumiati, menyampaikan bahwa masih terdapat kendala administrasi terkait status identitas para penghuni panti. Sebagian besar penghuni berasal dari luar daerah dan identitasnya masih terdaftar dalam Kartu Keluarga (KK) keluarga masing-masing. Namun, kebanyakan dari mereka sudah tidak mendapatkan perhatian dari keluarganya. Pihak panti berencana mengurus perpindahan identitas para penghuni agar bisa menjadi penduduk resmi di wilayah tersebut dan dibuatkan KK khusus untuk Panti Jompo Sahabat Lansia.

 

Terapi Bekam dan Perawatan Berkala

 

Selain pemeriksaan kesehatan dan pemberian multivitamin, beberapa penghuni panti juga mendapatkan layanan terapi bekam yang dilaksanakan oleh Joko Setiono, S.Kep, Ners. Terapi ini merupakan salah satu bentuk perawatan rutin yang diberikan setiap bulan.

 

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan lansia, khususnya mereka yang tinggal di panti jompo. Klinik Dr. Didik Sulasmono berharap dapat terus memberikan dukungan berkelanjutan kepada para penghuni Panti Jompo Sahabat Lansia.

 

(sis kbiromip)

You missed

Kepala BKN ke Jember, Apresiasi Kebijakan Pengangkatan Ribuan PPPK Diskominfo Jember – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang berani mengambil langkah strategis dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan olahraga bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, yang digelar di Alun-Alun Nusantara Jember, Jumat (9/1/2026). Kehadiran Kepala BKN Pusat di Jember menjadi penanda penting sekaligus pengakuan nasional atas kebijakan progresif Pemkab Jember dalam memperjuangkan kepastian status pegawai, khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu. Jember tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah pengangkatan P3K paruh waktu terbesar di Indonesia, mencapai sekitar 8.000 orang. Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa kunjungan Kepala BKN ke Jember merupakan bentuk apresiasi sekaligus penguatan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah. “Alhamdulillah hari ini kita kedatangan tamu Kepala BKN Pusat. Beliau datang ke Jember sebagai bentuk komitmen dan apresiasi karena Jember hari ini memperjuangkan nasib PPPK dan PPPK paruh waktu terbesar di Indonesia,” ujar Gus Fawait. Ia mengakui bahwa pengangkatan ribuan PPPK berdampak signifikan terhadap kondisi fiskal daerah. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Jember bersama DPRD sepakat bahwa kejelasan status pegawai yang telah mengabdi selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun adalah bentuk penghormatan terhadap pengabdian. Gus Fawait juga menegaskan kebijakan Pemkab Jember yang tetap mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dalam APBD Tahun Anggaran 2026. “Di saat pemerintah provinsi dan banyak kabupaten/kota lain melakukan penyesuaian bahkan pemotongan TPP, Jember memilih mempertahankan TPP. Ini berarti secara rasio APBD, Jember justru melakukan penguatan kesejahteraan ASN,” jelasnya. Kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan DPRD Jember dan diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga motivasi, integritas, serta kualitas pelayanan publik. “Sebagai bentuk komitmen, insya Allah ASN Jember akan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” imbuh Gus Fawait. Sementara itu, Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperjuangkan ASN dan P3K. “Pengangkatan PPPK penuh waktu dan paruh waktu di Jember berjalan sangat baik. Delapan ribu PPPK paruh waktu itu angka yang sangat besar, salah satu yang terbesar di Indonesia,” ujar Prof. Zudan. Ia menilai kebijakan Jember sebagai contoh konkret keberpihakan pemerintah daerah terhadap pengabdian pegawai, sekaligus bukti keseriusan kepala daerah dalam membangun birokrasi yang manusiawi. “Ini adalah wujud perjuangan luar biasa. Maka mari kita bantu Bupati dan Wakil Bupati Jember dengan cara meningkatkan kinerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya. Kegiatan olahraga bersama ini menjadi lebih dari sekadar agenda kebersamaan. Ia menjelma sebagai simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem kepegawaian yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada pengabdian. Melalui pengangkatan PPPK terbesar secara nasional, kebijakan mempertahankan TPP, serta penataan administrasi kepegawaian, Kabupaten Jember menegaskan diri sebagai daerah yang berani mengambil risiko fiskal demi kepastian status, martabat, dan masa depan para ASN.