TANPA BEBAN MEDALI, PBSI JEMBER FOKUS ASAH MENTAL TANDING ATLET DI KEJURKAB MENUJU POPDA JATIM 2026

JEMBER – Mediainfopol.com

Tidak ada target medali, tapi ada target mental juara. Itulah prinsip yang dipegang PBSI Kabupaten Jember dalam menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur 2026.

Ratusan pebulutangkis muda Jember tumpah ruah di GOR Argopuro dalam ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis 2026 yang digelar 15–18 Oktober 2026. Lebih dari sekadar agenda rutin tahunan, Kejurkab kali ini menjadi kawah candradimuka untuk memantau kesiapan atlet yang akan dikirim ke Popda Jatim di Ngawi, 6 November mendatang.

Ketua PBSI Jember, Ainur Rofiq menegaskan bahwa Kejurkab adalah laboratorium pembinaan sebelum terjun di level provinsi.

“Kejurkab ini kami jadikan ajang pemantauan dan pengukuran kesiapan. Kita lihat sejauh mana hasil latihan mereka, mental bertandingnya, dan daya juangnya sebelum berlaga di Ngawi,” ujar Ainur.

6 ATLET DISIAPKAN, HANYA 2 KUOTA RESMI

Untuk Popda Jatim tahun ini, PBSI Jember sejatinya hanya mendapatkan 2 kuota resmi, yakni 1 atlet dan 1 ofisial. Namun, semangat atlet Jember tidak surut. Sebanyak 5 atlet lainnya berjuang lewat jalur mandiri untuk tetap bisa membela nama Jember.

“Jadi, kami di PBSI mendapatkan dua kuota di Popda, satu atlet dan satu ofisial. Sementara, lima atlet lewat jalur mandiri di Popda,” terangnya.

Keenam atlet tersebut semuanya diturunkan di Kejurkab Argopuro. Ini menjadi kesempatan emas bagi mereka untuk mengasah kemampuan, menambah jam terbang, dan mengevaluasi kelemahan sebelum menghadapi persaingan ketat tingkat Jawa Timur.

TAK BEBANI TARGET, KARENA ATLET ANDALAN BENTROK JADWAL NASIONAL

Terkait target, PBSI Jember memilih realistis dan tidak membebani atlet dengan target medali.

Ainur mengungkapkan, atlet andalan Jember yang semula diproyeksikan meraih medali perak di Popda terpaksa diganti karena jadwalnya berbenturan dengan kejuaraan bulutangkis tingkat nasional.

Jadi, satu atlet bulutangkis yang mendapatkan jatah kuota itu target dari kami mendapatkan perak. Tapi berbarengan dengan agenda lain, maka atlet tersebut diganti. Jadi kami tidak membebani target medali untuk yang berangkat sekarang, yang penting tampil maksimal dan dapat pengalaman,” tuturnya.

Pergantian komposisi ini membuat PBSI Jember mengubah strategi, fokus pada pembentukan karakter dan mental tanding.

TARGET DAERAH TETAP 10 BESAR

Meski PBSI tidak mematok medali, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Jember tetap memasang target tinggi. Kontingen Jember ditargetkan mampu menembus 10 besar di Popda Jatim 2026.

Target tersebut menjadi tantangan bersama bagi seluruh cabang olahraga untuk memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Jember.

Dengan persiapan melalui Kejurkab ini, PBSI Jember berharap atlet yang berangkat ke Ngawi dapat tampil lepas tanpa beban, memberikan yang terbaik, dan hasil Popda nanti akan menjadi bahan evaluasi penting untuk memperkuat pembinaan bulutangkis pelajar di masa depan.

 

 

(Nurdiansyah)