JOMBANG, MEDIA INFOPOL – Pekerjaan pembangunan sumur bor dan tandon air di Jalan Wongso Kusumo, Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tengah berlangsung. Namun, hingga Selasa (6/10/2026), di lokasi pekerjaan belum tampak papan informasi yang memuat sumber maupun besaran anggaran proyek.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pekerjaan pengeboran sumur telah berlangsung hampir satu bulan. Salah seorang pekerja yang ditemui awak media mengatakan, tenaga ahli untuk pekerjaan pengeboran tersebut didatangkan dari Kandangan, Kabupaten Kediri.
Menurutnya, tenaga pengeboran dari luar daerah didatangkan karena di Desa Madiopuro tidak terdapat tenaga yang memiliki keahlian khusus dalam pekerjaan pengeboran sumur.
“Pekerjaan sumur bor ini sudah kurang lebih satu bulan,” ungkap salah seorang pekerja.
Sementara itu, pembangunan tandon air di lokasi tersebut disebut baru berjalan sekitar satu minggu. Di lokasi terlihat sejumlah rangkaian pilar yang dipersiapkan sebagai struktur penyangga bangunan tandon.
Seorang pekerja yang meminta identitasnya tidak disebutkan membenarkan bahwa pekerjaan pembangunan tandon air telah berlangsung sekitar satu minggu.
“Untuk pekerjaan tandon air ini sudah satu mingguan,” ujarnya.
Persoalan yang menjadi perhatian adalah belum terlihatnya papan informasi proyek di sekitar lokasi. Padahal, papan informasi tersebut penting bagi masyarakat untuk mengetahui sumber dana, nilai anggaran, pelaksana kegiatan, serta waktu pelaksanaan pekerjaan.
Ketiadaan informasi tersebut membuat masyarakat belum dapat mengetahui secara terbuka proyek tersebut bersumber dari anggaran apa dan berapa nilai anggaran yang dialokasikan.
Awak media kemudian berusaha meminta keterangan kepada pekerja maupun pihak yang disebut sebagai pemborong pekerjaan sumur bor terkait sumber dan nilai anggaran. Namun, pihak yang ditemui mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai anggaran proyek tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Desa Madiopuro mengenai sumber pembiayaan, nilai anggaran, mekanisme pelaksanaan, maupun pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.
Awak media belum sempat melakukan konfirmasi langsung ke kantor Desa Madiopuro karena waktu sudah menjelang sore. Konfirmasi akan dilakukan untuk memperoleh penjelasan secara utuh, sekaligus memberikan ruang kepada pemerintah desa untuk menjelaskan sumber anggaran dan besaran dana yang digunakan dalam pembangunan sumur bor serta tandon air tersebut.
Media ini akan terus melakukan konfirmasi dan penelusuran terhadap proyek tersebut agar informasi mengenai penggunaan anggaran publik dapat diketahui masyarakat secara jelas dan transparan.