BENGKULU//Mediainfopol.com/Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Bengkulu 2026 tidak boleh berhenti sebagai pesta pertandingan dan perebutan medali. Ajang olahraga terbesar tingkat Provinsi Bengkulu itu ditargetkan menjadi panggung untuk menyaring sekaligus melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu membawa nama daerah ke level nasional bahkan internasional.

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan saat menerima audiensi jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu di ruang kerjanya.

Menurut Helmi, Porprov memiliki posisi penting dalam mengukur sejauh mana pembinaan olahraga di setiap daerah berjalan. Kompetisi tidak hanya berbicara soal siapa yang menjadi juara, tetapi juga bagaimana menemukan bibit atlet yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

“Porprov bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi wadah untuk melahirkan atlet-atlet terbaik Bengkulu yang kelak mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. Kita ingin olahraga menjadi salah satu instrumen membangun generasi muda yang sehat, disiplin, berkarakter, dan berprestasi,” ujar Helmi.

Porprov X Bengkulu dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Desember 2026. Atlet-atlet terbaik dari kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu akan bertemu dalam kompetisi yang diharapkan berlangsung sehat, sportif, dan profesional.

Helmi menekankan, penyelenggaraan Porprov harus memiliki dampak lebih panjang daripada sekadar hasil pertandingan. Pemerintah daerah bersama KONI perlu menjadikan ajang tersebut sebagai salah satu instrumen pemetaan kekuatan olahraga sekaligus menentukan atlet yang layak dipersiapkan menghadapi kompetisi pada level yang lebih tinggi.

“Kita ingin Porprov menjadi momentum kebangkitan olahraga Bengkulu. Seluruh daerah harus mempersiapkan atlet terbaiknya, sementara penyelenggaraan harus dilakukan secara profesional, transparan, dan menjunjung tinggi sportivitas,” tegasnya.

Ketua KONI Provinsi Bengkulu Teuku Zulkarnain menyampaikan, sebanyak 18 cabang olahraga (cabor) dipastikan dipertandingkan dalam Porprov X Bengkulu 2026.

Cabor tersebut yakni bola basket, taekwondo, catur, bola voli, pencak silat, bulutangkis, sepak bola, renang, tinju amatir, menembak, karate, futsal, sepak takraw, tenis meja, atletik, panjat tebing, tenis lapangan, dan bola tangan.

Selain 18 cabor tersebut, KONI juga mengusulkan biliar untuk dipertandingkan. Namun, usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan.

Teuku mengatakan, penentuan cabang olahraga mempertimbangkan kesiapan organisasi, ketersediaan atlet serta potensi prestasi yang dimiliki masing-masing daerah.

“Porprov menjadi wadah untuk melahirkan atlet-atlet terbaik Bengkulu. Melalui kompetisi yang sehat dan berkualitas, kita berharap muncul talenta-talenta baru yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi,” kata Teuku.

Namun, tantangan Porprov tidak hanya terletak pada jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan. Lebih jauh, ajang ini akan menjadi ujian bagi sistem pembinaan olahraga di masing-masing kabupaten dan kota.

Sebab, setelah pertandingan berakhir, pekerjaan justru belum selesai. Atlet yang menunjukkan prestasi perlu mendapatkan pembinaan lanjutan agar tidak berhenti sebagai juara Porprov, tetapi mampu bersaing pada ajang regional maupun nasional.

Porprov X Bengkulu 2026 juga membawa identitas khas daerah melalui Ayam Berugo (Burgo) yang ditetapkan sebagai maskot resmi.

Pemilihan satwa khas Bengkulu tersebut menjadi bagian dari upaya menggabungkan semangat olahraga dengan identitas serta kekayaan hayati daerah.

Ayam Berugo dikenal sebagai plasma nutfah unggas endemik yang menjadi salah satu kebanggaan Bengkulu. Karakternya yang lincah dan tangguh dinilai merepresentasikan semangat para atlet yang akan bertanding.

Maskot tersebut sekaligus membawa pesan bahwa Porprov tidak hanya menjadi panggung untuk mengejar prestasi olahraga, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan daerah kepada masyarakat luas.

Semangat Ayam Berugo diharapkan menjadi gambaran perjuangan para atlet: lincah dalam bergerak, tangguh dalam bertanding, dan pantang menyerah mengejar prestasi.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Porprov X Bengkulu 2026 diharapkan tidak berakhir sebagai agenda rutin lima tahunan. Lebih dari itu, ajang ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi atlet Bengkulu yang memiliki prestasi, karakter, disiplin, sekaligus daya saing untuk membawa nama daerah ke panggung yang lebih tinggi.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan versi yang lebih pedas dan kritis, dengan angle “Porprov jangan cuma jadi proyek seremonial dan rebutan medali”.(M.Harus ak)