LUBUKLINGGAU//Mediainfopol.com/ Kesabaran warga benar-benar diuji. Pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap malam tanpa pemberitahuan bukan lagi sekadar gangguan teknis, melainkan telah berubah menjadi persoalan serius yang merugikan masyarakat secara langsung. Kinerja PLN pun disorot tajam dan dinilai abai terhadap hak-hak pelanggan.

Di Kelurahan Tanjung Aman, RT 03, Kecamatan Lubuklinggau Barat, keluhan warga kian memuncak. HR (45), salah seorang warga, meluapkan kekesalannya dengan nada tinggi saat berbincang dengan Mediainfopol.

“Aku kesal nian, lampu mati terus cak ini. TV rusak, kulkas rusak, bola lampu banyak yang mati gara-gara listrik hidup-mati. Ngapo idak diperhatikan dari siang hari atau kasih info kalau nak padam? Ini dak tau waktu, lagi nak makan, nak salat, tiba-tiba mati,” ujarnya geram.

Bagi warga, pola pemadaman ini sudah melampaui batas kewajaran. Hampir tiap malam listrik padam tanpa kejelasan, tanpa informasi, dan tanpa solusi nyata. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk kelalaian serius dalam pengelolaan jaringan listrik, yang seharusnya bisa diantisipasi melalui perawatan dan pengecekan rutin.

Lebih dari sekadar gangguan kenyamanan, dampak yang ditimbulkan sudah merambah kerugian materiil. Peralatan rumah tangga seperti televisi, kulkas, hingga lampu mengalami kerusakan akibat arus listrik yang tidak stabil. Warga merasa dipaksa menanggung kerugian atas masalah yang bukan mereka sebabkan.

Minimnya transparansi dari pihak PLN semakin memperkeruh keadaan. Tidak adanya pemberitahuan resmi sebelum pemadaman dinilai sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap masyarakat sebagai pelanggan yang berhak mendapatkan layanan layak.

HR pun mendesak manajemen PLN untuk berhenti bersikap reaktif dan mulai bekerja secara profesional. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan jaringan listrik pada siang hari agar potensi gangguan bisa diatasi sebelum berdampak pada warga di malam hari.

“Kami minta jangan tunggu rusak baru diperbaiki. Perhatikan jalur listrik di siang hari, cek apa yang bermasalah, benahi. Jangan tiap malam masyarakat jadi korban,” tegasnya.

Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa perbaikan nyata, bukan hanya kerugian warga yang akan terus membengkak, tetapi juga kepercayaan publik terhadap PLN yang kian runtuh. Warga menuntut langkah konkret, transparansi, dan tanggung jawab, bukan sekadar janji yang berulang tanpa realisasi.
(M.Harus ak)