Bengkulu//Mediainfopol.com/    Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong penguatan semangat nasionalisme dan kemandirian daerah melalui literasi sejarah dan kewirausahaan. Hal itu ditandai dengan kehadiran Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mewakili Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, dalam Seminar Nasional Kewirausahaan bertema “Semangat Bumi Merah Putih Menuju Bengkulu yang Mandiri dan Berdikari”, yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Bengkulu, Ahad (15/2).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran buku Bumi Merah Putih yang Terlupakan, karya Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Buku ini mengangkat kembali nilai-nilai perjuangan dan peran penting tokoh perempuan asal Bengkulu dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Dalam sambutannya, Herwan Antoni menegaskan bahwa Bengkulu atau yang dikenal sebagai Bumi Merah Putih memiliki catatan sejarah besar dalam perjalanan bangsa. Daerah ini, katanya, telah melahirkan putri terbaik bangsa yang tidak hanya dikenal sebagai pendamping proklamator, tetapi juga sebagai sosok pejuang yang turut memberi kontribusi nyata dalam perjuangan kemerdekaan.

“Bumi Merah Putih melahirkan putri terbaik bangsa. Beliau bukan hanya sekadar pendamping proklamator, tetapi juga pelaku sejarah,” ujar Herwan di hadapan peserta seminar.

Menurutnya, semangat perjuangan yang diwariskan tokoh tersebut harus menjadi inspirasi bagi generasi muda Bengkulu untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional. Nilai patriotisme, keberanian, dan pengorbanan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Bengkulu yang mandiri dan berdikari.

Herwan juga menekankan bahwa kemandirian daerah tidak hanya dibangun melalui aspek ekonomi, tetapi juga melalui penguatan identitas sejarah dan karakter kebangsaan masyarakatnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Wawan Asri, menyampaikan bahwa seminar nasional ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kemerdekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa pejuang.

“Kita semua jangan sampai merasa dijajah. Kita adalah bangsa yang pernah menumpas penjajahan,” tegas Wawan.

Buku Bumi Merah Putih yang Terlupakan diharapkan mampu menjadi referensi penting dalam memperkuat literasi sejarah lokal serta menumbuhkan rasa bangga terhadap kontribusi Bengkulu dalam sejarah nasional. Buku tersebut disunting oleh Emilda Sulasmi, M.Pd., dan Jamalum Sinambela, S.H., M.H., yang memastikan kualitas akademik dan kekuatan narasi historisnya.

Melalui seminar dan peluncuran buku ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap semangat nasionalisme dan jiwa kewirausahaan dapat tumbuh beriringan, sehingga mampu mendorong terwujudnya Bengkulu yang berdaya saing, mandiri, dan berdikari di tengah dinamika pembangunan nasional.
(M.Harus ak)