Gresik,mediainfopol.com –
Nasib pilu dialami Tasrip, warga Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Rumah yang telah ditempatinya selama bertahun-tahun roboh pada Jumat (12/12/2025) akibat kondisi bangunan yang lapuk dan dimakan rayap. Hingga beberapa bulan pascakejadian, Tasrip belum tersentuh bantuan dari pemerintah.
Di tengah keterbatasan tersebut, secercah harapan datang dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gresik. Pada Kamis (15/1/2026), BAZNAS Gresik menyerahkan bantuan santunan kepada Tasrip di kediamannya. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan BAZNAS Gresik, Mustoha.
Saat penyerahan bantuan tersebut, Mustoha bersama tim BAZNAS Gresik didampingi dari pihak Kecamatan Balongpanggang dan perwakilan pemdes Pucung.
Mustoha menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan bersifat stimulan.
“Bantuan ini hanya sebagai stimulan agar dapat meringankan beban Pak Tasrip,” ujarnya.
Momen haru tak terelakkan saat Tasrip menerima bantuan tersebut. Dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar, ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Gresik yang telah peduli terhadap kondisi yang dialaminya.
Perhatian terhadap Tasrip juga tidak lepas dari peran Subari, seorang tokoh muda yang dikenal memiliki kepekaan sosial tinggi. Tanpa banyak sorotan, Subari aktif menjembatani bantuan melalui BAZNAS Gresik demi meringankan beban warga kurang mampu di wilayahnya.
Selain bantuan santunan, Subari berharap BAZNAS Gresik dapat memberikan dukungan lanjutan berupa perbaikan rumah Tasrip agar kembali layak huni.
“Kami berharap ada perbaikan rumah agar Pak Tasrip bisa tinggal dengan aman dan layak,” ujarnya.
Tak hanya itu, Subari juga menyampaikan harapannya agar BAZNAS Gresik dapat membantu peningkatan ekonomi warga Desa Pucung melalui program pemberdayaan UMKM.
“Saya berharap BAZNAS Gresik bisa memberikan bantuan rombong untuk UMKM di Desa Pucung, agar perekonomian warga bisa meningkat,” tambahnya.
Langkah BAZNAS Gresik ini diharapkan menjadi awal dari perhatian yang lebih luas bagi warga kurang mampu, khususnya mereka yang terdampak kondisi sosial dan ekonomi ekstrem di wilayah pedesaan.(Red)