PAD Kabupaten Jember Tembus Rp 1 Triliun di 2025, Capaian Tertinggi Sepanjang Era Otonomi Daerah

Jember – Mediainfopol.com

Pemerintah Kabupaten Jember mencatat sejarah baru dalam pengelolaan keuangan daerah. Untuk pertama kalinya sejak era otonomi daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember pada tahun 2025 berhasil menembus angka lebih dari Rp1 triliun.

Capaian tersebut disampaikan dalam Press Conference Pencapaian PAD Tahun 2025 yang digelar di Aula Dinas Bappeda Kabupaten Jember, dihadiri oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Jember. Selasa (6/1/2026)

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama antara Bapenda, Bappeda, OPD penghasil, BUMD, serta tiga rumah sakit daerah yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan.

Menurutnya, PAD Kabupaten Jember tahun 2025 tercatat sebesar Rp1,024 triliun, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp774 miliar. Kenaikan tersebut menunjukkan lompatan sekitar 32,36 persen, sebuah capaian yang dinilai luar biasa.

“Ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang kerja kolektif dan keseriusan kita membangun Jember. Sejak 26 tahun otonomi daerah, baru hari ini PAD Jember menembus Rp1 triliun,” ujarnya.

Yang membanggakan, lanjut Bupati, peningkatan PAD tersebut tidak dibarengi dengan kenaikan pajak kepada masyarakat. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Jember justru menurunkan beberapa jenis pajak dan retribusi.

Salah satu contohnya adalah retribusi pasar tradisional yang dikembalikan ke tarif semula. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk keberpihakan kepada pedagang kecil dan masyarakat menengah ke bawah.

Kebijakan tersebut, kata Bupati, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya membela wong cilik serta melindungi sektor informal sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.

Selain itu, Pemkab Jember juga menjalankan berbagai program penguatan sektor informal, seperti penataan PKL dan UMKM, pemberian gerobak usaha, serta pengembangan kawasan kuliner di sejumlah titik strategis, termasuk Jalan Kartini.

Ke depan, kawasan kuliner tersebut direncanakan akan diperluas hingga Jalan Gatot Subroto dan kawasan Stasiun Jember, sebagai bagian dari proyek percontohan penguatan ekonomi rakyat.

Bupati menegaskan bahwa sektor informal memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama saat terjadi krisis. Ia mencontohkan krisis tahun 1998 dan 2008, di mana permintaan domestik dan pasar tradisional menjadi penyelamat perekonomian.

“Pemkab Jember berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi yang beriringan dengan pemerataan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga ke desa-desa dan lapisan masyarakat kecil,” pungkasnya.

 

 

 

(Nurdiansyah)