Kediri, mediainfopol.com — Patung Macan Putih yang berdiri di Desa Balong Jeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, belakangan viral di media sosial. Viralitas patung tersebut ternyata membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat, khususnya pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Sekretaris Desa Balong Jeruk, Ardan, mengungkapkan bahwa sejak keberadaan patung harimau putih tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, desa mereka menjadi semakin dikenal publik.

“Sejak adanya patung harimau putih, Desa Balong Jeruk menjadi viral dan dikenal luas,” ujar Ardan.

Ia menuturkan, lonjakan jumlah pengunjung turut dirasakan warga, terutama pada momen libur Tahun Baru. Para pengunjung datang tidak hanya dari wilayah Kediri, tetapi juga dari berbagai daerah lain.

“Pengunjung yang datang ingin melihat patung tersebut tidak hanya dari lokal Kediri saja, melainkan lintas provinsi bahkan lintas pulau,” tuturnya.

Ardan menambahkan, meningkatnya kunjungan wisatawan berdampak langsung pada geliat ekonomi warga, khususnya pelaku UKM yang menjajakan makanan, minuman, dan berbagai produk lokal di sekitar lokasi patung.

Terkait isu yang berkembang di masyarakat mengenai rencana pembongkaran patung macan putih, Ardan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

“Patung harimau putih tersebut akan dibiarkan seperti itu dan tidak akan dibongkar,” tegasnya.
Ia juga menanggapi kabar adanya pihak tertentu yang menawar patung tersebut dengan sistem barter, yakni patung dibawa pulang lalu digantikan dengan pembangunan patung baru di lokasi yang sama dengan seluruh biaya ditanggung pihak penawar.

Namun, berdasarkan hasil rapat warga, diputuskan bahwa patung macan putih tetap dipertahankan. Ke depan, warga justru berencana menambah patung harimau putih lain di sekitar lokasi tersebut.
Mengenai isu kekuatan magis yang melekat pada patung tersebut, Ardan menegaskan bahwa secara resmi tidak ada unsur mistis atau kekuatan supranatural.

“Menurut kami, patung itu tidak memiliki kekuatan magis apa pun,” jelasnya.
Meski demikian, cerita menarik datang dari Suwari, seniman pembuat patung macan putih tersebut. Saat dikonfirmasi awak media, ia mengaku mengalami kejadian tak biasa ketika proses pembuatan patung.

“Memang tidak ada kekuatan magis dari patung itu, namun saat saya membuat bagian mulut patung, cethok yang saya pegang bergetar seakan ada yang menggerakkannya,” tutur Suwari.

Kisah tersebut menambah daya tarik patung macan putih Balong Jeruk, yang kini tidak hanya menjadi ikon desa, tetapi juga magnet wisata baru yang membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
(Mans)

By Man