Bojonegoro – mediainfopol.com

Program Gerakan Berternak Petelur Ayam Mandiri (GAYATRI) yang digagas Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mulai menunjukkan hasil nyata. Program ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Sukosewu, khususnya Desa Jumput, Pacing, Tegalkodo, dan Semenkidul, sejak pelaksanaannya pada Minggu, 4 Januari 2026.

 

Program GAYATRI bertujuan mencetak masyarakat agar mampu menjadi pengusaha mandiri melalui pengelolaan usaha ayam petelur skala rumahan. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memperoleh bantuan berupa 54 ekor ayam petelur, pakan selama tiga bulan sebanyak 7–8 sak per KPM (masing-masing sak ±50 kilogram), serta vitamin pendukung.

 

Selain bantuan ternak, para peserta yang berusia 30–50 tahun juga mendapatkan pelatihan intensif selama enam hari tanpa absen. Pelatihan ini dipandu oleh LPK dengan pengarah Mas Sholeh beserta tim khusus, bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Bojonegoro. Materi pelatihan meliputi tata cara pemeliharaan ayam petelur, manajemen pakan, hingga praktik langsung di lapangan yang disampaikan oleh instruktur profesional secara sabar dan sistematis.

Dukungan lintas sektor turut diberikan oleh Dinas Kesehatan, melalui Dr. Niken dan Pak Son, yang membekali peserta dengan pengetahuan mengenai ciri-ciri hewan sehat dan tidak sehat, guna memastikan kualitas ternak tetap terjaga. Peserta yang dinyatakan lulus pelatihan berhak memperoleh sertifikat resmi sebagai bekal pengembangan usaha ke depan.

 

Meski dijalankan secara sederhana dan berskala rumahan, program GAYATRI dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat Bojonegoro.

 

Salah satu penerima bantuan, Salim, warga RT 09 RW 02, mengaku mulai merasakan hasil dari program tersebut.

“Walaupun harus telaten dan merawat dengan sangat hati-hati, hasilnya sudah terasa. Kita merawat dengan hati yang tulus dan ikhlas, insyaallah akan mendapatkan seperti yang kita dambakan,” ungkapnya dalam perbincangan santai di warung kopi.

 

Program ini diharapkan terus berkelanjutan dan menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal di Kabupaten Bojonegoro.

(Kanafi Jurmip)