Opini sosial
Surabaya, Mediainfopol.com
Ketidakpastian hidup yang kian menekan telah mendorong sebagian masyarakat bertindak di luar nalar sehat. Desakan ekonomi, persaingan sosial, serta ketimpangan yang tak kunjung terselesaikan membuat banyak orang kehilangan kendali, seolah apa pun sah dilakukan demi bertahan hidup. Ironisnya, dalam situasi semacam ini, nurani justru kerap menjadi korban pertama.
Ketika kebutuhan perut dijadikan satu-satunya alasan, kesadaran manusia sebagai makhluk sosial dan hamba Tuhan perlahan memudar. Etika berbicara menghilang, rasa hormat terkikis, dan batas kepantasan seakan tak lagi penting.
Saudara bisa diperlakukan sebagai lawan, kerabat menjadi beban, teman sejawat dianggap penghalang, bahkan kelompok lain diposisikan sebagai musuh yang harus disingkirkan.
Fenomena ini menandakan bahwa krisis yang kita hadapi bukan semata krisis ekonomi, melainkan krisis moral dan sosial. Banyak orang lupa bahwa hidup bermasyarakat menuntut lebih dari sekadar bertahan hidup; ia menuntut empati, kesabaran, serta penghormatan terhadap sesama. Tanpa nilai-nilai tersebut, yang terjadi bukanlah perjuangan, melainkan kekacauan.
Padahal, kearifan lokal telah lama memberikan rambu-rambu kehidupan yang jelas. Leluhur mewariskan petuah sederhana namun sarat makna:
“Tunggal guru ayo podho nyatu, bedho guru ojo ngeganggu.”
Sesama yang satu jalan hendaknya bersatu, sementara perbedaan jalan tidak boleh dijadikan alasan untuk saling mengganggu.
Petuah ini menegaskan bahwa persatuan tidak harus menghapus perbedaan, dan perbedaan tidak boleh melahirkan permusuhan.
Dalam konteks sosial hari ini, pesan tersebut relevan bagi semua golongan—baik dalam kehidupan beragama, berorganisasi, bermasyarakat, maupun bernegara.
Jika kearifan semacam ini terus diabaikan, yang tersisa hanyalah masyarakat yang rapuh, mudah tersulut emosi, dan miskin toleransi. Sebaliknya, jika nilai-nilai luhur kembali dijadikan pijakan, perbedaan justru dapat menjadi kekuatan, bukan ancaman. Pada akhirnya, keinginan memang perlu dicapai, tetapi nurani harus tetap dijaga agar kemanusiaan tidak kehilangan arah. Tetap semangat menggapai kehidupan diawal tahun ini.
Moc. Mansur, S.Pd., M.Pd., CHt., CI
Pimpinan Redaksi mediainfopol.com