Semarang mediainfopol.com |— Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi banjir yang masih melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, serta wilayah sekitarnya sejak 22 Oktober 2025.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting agar kita bisa menemukan solusi yang menyeluruh untuk masalah ini,” ujar Gibran kepada wartawan di Semarang, Minggu (2/11/2025).

Banjir yang berawal dari hujan lebat pada 21 Oktober itu telah berdampak luas bagi masyarakat. Gibran mengatakan pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah langkah mitigasi, salah satunya optimalisasi kolam retensi Terboyo untuk mempercepat pengendalian air di wilayah timur Semarang.

 

Tanggul Laut Raksasa Jadi Proyek Strategis

 

Dalam kesempatan itu, Gibran juga menyoroti rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membangun tanggul laut raksasa (giant sea wall) sepanjang lebih dari 500 kilometer di pesisir utara Pulau Jawa, mulai dari Banten hingga Jawa Timur.

Proyek strategis tersebut, kata Gibran, ditujukan untuk melindungi sekitar 50 juta penduduk di pesisir utara dari ancaman banjir rob dan gelombang pasang yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.

“Proyek tanggul laut ini bukan hanya solusi jangka pendek, tapi investasi besar untuk melindungi masa depan wilayah pesisir kita,” tegasnya.

Doc. Marliyanto

You missed

Alternatif judul; 1. Puncak Arus Balik Ketapang 26–29 Maret, Pemudik Diimbau gAtur Waktu 2. Rakor Terhubung Kapolri, Banyuwangi Siapkan 16 Buffer Zone di Ketapang 3. Arus Balik Mulai Padat, Kapolda Tekankan Sinergi Pengamanan Jawa–Bali 4. Ketapang Siaga Arus Balik, Tiket Ferry Wajib via Ferizy 5. Lonjakan Pemudik Diprediksi Akhir Maret, Aparat Siaga Penuh BANYUWANGI, Arus balik Lebaran di Pelabuhan Ketapang mulai menunjukkan peningkatan sejak Senin (23/3/2026), terutama didominasi kendaraan roda dua. Puncak arus balik diprediksi terjadi pada 26–29 Maret 2026. Mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemkab Banyuwangi bersama TNI-Polri dan stakeholder menggelar rapat koordinasi di Posko ASDP Ketapang, Selasa (24/3/2026), yang juga terhubung secara daring dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Rakor dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Wakil Bupati Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, serta Forkopimda. Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.S.i, mengimbau pemudik untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan pada periode puncak. “Kami mengimbau pemudik bisa mengatur waktu perjalanan, termasuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere agar tidak menumpuk di puncak arus balik,” ujar Wabup Mujiono. Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kelancaran arus balik di jalur strategis Jawa–Bali. “Koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh skenario pengamanan dan rekayasa lalu lintas berjalan optimal, sehingga arus balik tetap aman dan lancar,” tegas Irjen Pol Nanang Avianto. Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan menyebutkan, berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, termasuk penyediaan buffer zone di sejumlah titik. “Kami telah menyiapkan 16 titik buffer zone untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Selain itu, lokasi seperti RTK Tanjungwangi, Terminal Sri Tanjung, hingga Grand Watu Dodol juga difungsikan sebagai kantong parkir tambahan,” jelas Kombes Pol Rofiq, yang dikenal sebagai polisi santri. Ditambahkan Kapolresta Rofiq, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, SAR, relawan, dan stakeholder lainnya disiagakan penuh selama masa arus balik. “Seluruh personel kami siagakan untuk memastikan kelancaran dan keamanan pemudik di lintasan penyeberangan Jawa–Bali,” tambah pamen asal Magelang ini. Di sisi lain, Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menegaskan bahwa sistem pembelian tiket kini sepenuhnya dilakukan secara digital. “Tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Seluruh pengguna jasa wajib membeli tiket melalui aplikasi Ferizy yang sudah tersedia hingga H-60,” pungkasnya.