KAJEN mediainfopol.com |- Bank Perkreditan Rakyat Badan Kredit Kecamatan (BPR BKK) Kabupaten Pekalongan kembali disorot setelah kasus kredit macet Rp150 miliar.

Kini, perhatian tertuju pada dugaan penyelewengan kredit budi daya porang.

Bahkan, kasus ini kini ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pekalongan.

Hingga saat ini, penyidik Kejari telah memeriksa 40 saksi, baik dari kalangan nasabah maupun internal BPR BKK.

Kasi Intel Kejari Kabupaten Pekalongan Triyo Jatmiko membenarkan pihaknya tengah menangani kasus dugaan penyimpangan dana kredit porang di BPR BKK Pekalongan.

Namun, Triyo belum dapat mengungkapkan secara rinci bentuk maupun nilai kerugian dalam kasus tersebut.

“Masih tahap penyelidikan. Kami belum bisa berbicara banyak dan belum dapat menyebutkan berapa besaran nilai yang diselewengkan.”

“Namun, sejauh ini, sudah 40 orang kami periksa,” ujar Triyo Jatmiko, Jumat (10/10/2025).

Triyo menjelaskan, total penerima program kredit budidaya porang mencapai sekitar seratusan nasabah.

Karena itu, proses penyelidikan membutuhkan waktu cukup panjang untuk mengumpulkan seluruh keterangan dan dokumen pendukung.

“Yang jelas, penyelidikan masih terus berlanjut.”

“Kami masih mengumpulkan bahan keterangan dari para pihak terkait,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun, dalam pelaksanaan program kredit porang ini, BPR BKK Pekalongan bermitra dengan sebuah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Gapoktan tersebut berperan memberikan rekomendasi nama-nama calon debitur yang akan memperoleh pinjaman.

Namun, dalam perjalanannya, muncul dugaan adanya praktik kredit fiktif yang membuat sebagian dana tidak sampai ke tangan petani.

Kasus ini akhirnya dilaporkan masyarakat ke pihak kejaksaan.

Kini, Kejari Kabupaten Pekalongan masih terus menelusuri aliran dana dan meneliti kelengkapan administrasi untuk memastikan sejauh mana dugaan penyimpangan terjadi.

 

KABIRO KOTA PEKALONGAN

You missed

Alternatif judul; 1. Puncak Arus Balik Ketapang 26–29 Maret, Pemudik Diimbau gAtur Waktu 2. Rakor Terhubung Kapolri, Banyuwangi Siapkan 16 Buffer Zone di Ketapang 3. Arus Balik Mulai Padat, Kapolda Tekankan Sinergi Pengamanan Jawa–Bali 4. Ketapang Siaga Arus Balik, Tiket Ferry Wajib via Ferizy 5. Lonjakan Pemudik Diprediksi Akhir Maret, Aparat Siaga Penuh BANYUWANGI, Arus balik Lebaran di Pelabuhan Ketapang mulai menunjukkan peningkatan sejak Senin (23/3/2026), terutama didominasi kendaraan roda dua. Puncak arus balik diprediksi terjadi pada 26–29 Maret 2026. Mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemkab Banyuwangi bersama TNI-Polri dan stakeholder menggelar rapat koordinasi di Posko ASDP Ketapang, Selasa (24/3/2026), yang juga terhubung secara daring dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Rakor dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Wakil Bupati Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, serta Forkopimda. Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.S.i, mengimbau pemudik untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan pada periode puncak. “Kami mengimbau pemudik bisa mengatur waktu perjalanan, termasuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere agar tidak menumpuk di puncak arus balik,” ujar Wabup Mujiono. Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kelancaran arus balik di jalur strategis Jawa–Bali. “Koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh skenario pengamanan dan rekayasa lalu lintas berjalan optimal, sehingga arus balik tetap aman dan lancar,” tegas Irjen Pol Nanang Avianto. Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan menyebutkan, berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, termasuk penyediaan buffer zone di sejumlah titik. “Kami telah menyiapkan 16 titik buffer zone untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Selain itu, lokasi seperti RTK Tanjungwangi, Terminal Sri Tanjung, hingga Grand Watu Dodol juga difungsikan sebagai kantong parkir tambahan,” jelas Kombes Pol Rofiq, yang dikenal sebagai polisi santri. Ditambahkan Kapolresta Rofiq, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, SAR, relawan, dan stakeholder lainnya disiagakan penuh selama masa arus balik. “Seluruh personel kami siagakan untuk memastikan kelancaran dan keamanan pemudik di lintasan penyeberangan Jawa–Bali,” tambah pamen asal Magelang ini. Di sisi lain, Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menegaskan bahwa sistem pembelian tiket kini sepenuhnya dilakukan secara digital. “Tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Seluruh pengguna jasa wajib membeli tiket melalui aplikasi Ferizy yang sudah tersedia hingga H-60,” pungkasnya.