BOJONEGORO,mediainfopol.com

Sangat membantu adanya Program GAYATRI Pemkab Bojonegoro,Konsep Pak Bupati Setyo Wahono dan Ibu Nurul Azizah.Desa Tegal Kodo,Kecamatan Sukosewu ( Keluarga Penerima Manfaa) KPM baru umur 22 Minggu mampu bertelur lumayan di KPM Desa TegalKodo Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro. Hari Kamis 2 Oktober 2025.

 

Warga Desa TegalKodo Mboyz (Keluarga Penerima Manfaat ) KPM sangat berterima kasih ke Pemkab Bojonegoro terutama kepada Bpk Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Ibu Nurul Azizah.

 

“Terima kasih Bpk Bupati Setyo Wahnono adanya Program GAYATRI kami sekarang sudah bisa meningkatkan Ekonomi dan belajar sesuai Pelatihan 6 Hari di Pendapat Baldes Jumput. Di pandu oleh Pak Sholeh dari ( Lembaga Pelatihan Kerja ) LPK HIC “ujarnya

 

” Bisa ngerokok, bisa tumbas beras lancar… Pakan ayam masih di bantu selama 3 (Tiga) Bulan kedepan, Terima kasih juga kepada Kepala Desa Tegal Kodo Mboyz Bpk Tomi. Atas suportnya dan penyaluran bantuan di percayakan ke kami ” Imbuh Kus Masyarakat dan penerima KPM dengan bahasa kas sedikit humor

 

” Terima kasih ke Bpk Bupati Bojonegoro atas bantuan dan Program GAYATRI KPM Desa TegalKodo telah berjalan dengan lancar dan per KPM Ayam sehari bisa bertelur 45 Butir rata-rata. Umur Ayam Baru 22 Minggu” Ungkap Kades TegalKodo Tomi

 

“Semoga di Kecamatan Sukosewu berhasil semua penerima KPM dan sukses juga bisa menjadi Wira Usaha Baru dan meningkatkan Ekonomi Baru Adanya GAYATRI Konsep dari Bupati Bojonegoro Setyo Wahono , untuk mengakat Ekonomi Baru dan Wirausaha Baru di Kabupaten Bojonegoro khususnya” pungkas Kades TegalKodo Mboyz Tomi.

 

Inves ( Moh. Kanafi)

 

You missed

Kepala BKN ke Jember, Apresiasi Kebijakan Pengangkatan Ribuan PPPK Diskominfo Jember – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang berani mengambil langkah strategis dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan olahraga bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, yang digelar di Alun-Alun Nusantara Jember, Jumat (9/1/2026). Kehadiran Kepala BKN Pusat di Jember menjadi penanda penting sekaligus pengakuan nasional atas kebijakan progresif Pemkab Jember dalam memperjuangkan kepastian status pegawai, khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu. Jember tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah pengangkatan P3K paruh waktu terbesar di Indonesia, mencapai sekitar 8.000 orang. Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa kunjungan Kepala BKN ke Jember merupakan bentuk apresiasi sekaligus penguatan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah. “Alhamdulillah hari ini kita kedatangan tamu Kepala BKN Pusat. Beliau datang ke Jember sebagai bentuk komitmen dan apresiasi karena Jember hari ini memperjuangkan nasib PPPK dan PPPK paruh waktu terbesar di Indonesia,” ujar Gus Fawait. Ia mengakui bahwa pengangkatan ribuan PPPK berdampak signifikan terhadap kondisi fiskal daerah. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Jember bersama DPRD sepakat bahwa kejelasan status pegawai yang telah mengabdi selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun adalah bentuk penghormatan terhadap pengabdian. Gus Fawait juga menegaskan kebijakan Pemkab Jember yang tetap mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dalam APBD Tahun Anggaran 2026. “Di saat pemerintah provinsi dan banyak kabupaten/kota lain melakukan penyesuaian bahkan pemotongan TPP, Jember memilih mempertahankan TPP. Ini berarti secara rasio APBD, Jember justru melakukan penguatan kesejahteraan ASN,” jelasnya. Kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan DPRD Jember dan diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga motivasi, integritas, serta kualitas pelayanan publik. “Sebagai bentuk komitmen, insya Allah ASN Jember akan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” imbuh Gus Fawait. Sementara itu, Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperjuangkan ASN dan P3K. “Pengangkatan PPPK penuh waktu dan paruh waktu di Jember berjalan sangat baik. Delapan ribu PPPK paruh waktu itu angka yang sangat besar, salah satu yang terbesar di Indonesia,” ujar Prof. Zudan. Ia menilai kebijakan Jember sebagai contoh konkret keberpihakan pemerintah daerah terhadap pengabdian pegawai, sekaligus bukti keseriusan kepala daerah dalam membangun birokrasi yang manusiawi. “Ini adalah wujud perjuangan luar biasa. Maka mari kita bantu Bupati dan Wakil Bupati Jember dengan cara meningkatkan kinerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya. Kegiatan olahraga bersama ini menjadi lebih dari sekadar agenda kebersamaan. Ia menjelma sebagai simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem kepegawaian yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada pengabdian. Melalui pengangkatan PPPK terbesar secara nasional, kebijakan mempertahankan TPP, serta penataan administrasi kepegawaian, Kabupaten Jember menegaskan diri sebagai daerah yang berani mengambil risiko fiskal demi kepastian status, martabat, dan masa depan para ASN.